Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Hamid Abdullah, SH, M.Si.
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Hamid Abdullah, SH, M.Si.

lahir 1952 M · 9.405 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Abdul Hamid Abdullah, SH, M.Si, ditulis menggunakan ejaan lama Abd Hamid, lahir di Mojoagung, Jombang, 11 Desember 1952

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Karir, Karya, dan Organisasi
4.1  Karier
4.2  Karya
4.3  Organisasi

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluaarga

1.1 lahir
KH. Abdul Hamid Abdullah, S.H., M.Si., lahir di Mojoagung, Jombang, pada tanggal 11 Desember 1952. Beliau putra dari pasangan KH. Abdullah bin Imam bin Iskandar dengan Hj. Nurul Farida binti Fadli dari Babat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Sejak kecil beliau belajar di daerah Tebuireng, Jombang. Sedangkan sekolah formalnya di antaranya: SDN Mancilan Mojoagung, MTS Mojoagung, Aliyah dan PGA Mojoagung, Unhasy (Universitas Hasyim Asy'ari) Tebuireng (BA), Universitas Bondowoso (UNIBO).

2.1 Guru-Guru
Sanad tilawahnya bersambung kepada:
1. KH. Shobar Arif Peterongan Jombang,
2. KH. Salim Abud Abdad Surabaya,
3. KH. Rifa'i Yasin Surabaya,
4. KH. Damanhuri Malang,
5. ​KH. Bashori Alwi Malang (Qiro'ah dan Tartil).

Sedangkan dalam mengaji sorogan belajar dari beberapa Kyai, di antaranya:
1. KH. Abdul Choliq Mojoagung,
2. KH. Husein Kauman Mojoagung,
3. KH. Abdulloh Kauman Jombang,
4. KH. Mahfudz Jombang,
5. KH. SHolihin Jombang,
6. KH Adlan Ali Cukir,
7. KH. Imam Peterongan,
8. KH Chudlori Bondowoso,
9. Said Aqil Al Munawwar,
10. Ustadz Adli Nasution.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Di usia mudanya, mengabdi sebagai Guru Madrasah Ibtidaiyah di Karobelah Mojoagung, kemudian diangkat menjadi Kepala Sekolah di Madrasah Islam Ainul Ulum Karobelah dan sebuah Madrasah di Desa Muru'an. Beliau, dikenal sebagai qori andal pada masanya. Suaranya banyak menghiasi program di radio, televisi maupun dalam bentuk kaset CD dan dikenal kemiripan suaranya seperti qori' Syaikh Abdul Basith Mesir.

Selepas juara MTQ tingkat Asean,diminta mengajarkan seni baca Qur'an kepada santri-santri perwakilan daerah Islam di negara Thailand dalam kemasan Pesantren Romadlon. Bersama Yusnar Yusuf, beliau juga pernah menjadi Duta Qori dalam sebuah acara haflah layal romadhon bersama qori-qori' asal Timur Tengah, seperti: Syekh Musthofa Al-Gholwash, Syekh Thoblowy, Syaikh Abdul Azis Syiria bertempat di Kedutaan Abu Dhabi.

Beberapa kejuaraan diikuti sejak tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional di antaranya: Juara MTQ Remaja TIngkat Nasional di Semarang (1979), Juara MTQ Seleknas Nasional di Jakarta (1989), Juara MTQ Internasional di Malaysia (1990), Juara I MTQ Asean di Bangkok Thailand (1990).

Beberapa kali diundang dalam rangka momentum Qo

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+