Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Hasani Nawawie Sidogiri, Kyai Sufi Pendobrak Fanatisme
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Hasani Nawawie Sidogiri, Kyai Sufi Pendobrak Fanatisme

1925 – 2001 M · 4.950 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi KH. Hasani Nawawie Sidogiri, Kyai Sufi Mendobrak Fanatisme

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendidik Masyarakat dengan Uswah
3.2  Dukungan Penuh atas Pancasila
3.3  Memprioritaskan Ukhuwah
3.4  Santri dan Pesantren, Sebuah Predikat Moral
3.5  Kyai Hasani dan Kritik Sosial

4.   Teladan
4.1  Hidup dalam Kesederhanaan
4.2  Bermimpi Bertemu Ir. Soekarno
4.3  Dalam Semalam, Istikamah Bangun 5 kali

5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Hasani Lahir sekitar tahun 1924/1925 M. Abah beliau, KH. Nawawie bin Noerhasan wafat ketika Kiai Hasani masih berusia sekitar 2 tahun. Tanda-tanda sebagai ulama yang dekat dengan Allah SWT. sudah tampak semenjak muda. Tidak seperti umumnya anak-anak muda, Kyai Hasani menghabiskan masa mudanya penuh dengan cahaya keagamaan. Beliau adalah sosok pemuda yang agamis, wara’, khusyuk, rajin, dan berbudi pekerti luhur.

Menghabiskan waktu dengan aktivitas tak berguna merupakan hal yang sangat tidak disukainya. Raut wajahnya sejuk dipandang. Bila berjalan, selalu menundukkan kepala dan tampak sangat tenang. 

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Hasan Nawawi menikah dengan Nyai Sholihah yang berasal dari Malang. Beliau adalah janda dengan putra 7 orang. Putranya yang ikut ke Sidogiri hanya 2 orang, yaitu, Mas H. Abdul Barri dan Mas Anshori. Dari pernikahan beliau tidak dikaruniai anak.

Terhadap keluarganya, Kyai Hasani mempunyai perhatian penuh terutama pada sisi moral. Nuansa zuhud dan sufi tidak hanya kental pada diri beliau semata, tapi juga segenap keluarganya. “Kamu mau saya jadikan apa saja, ikutlah!” dawuh beliau kepada Mas H. Abdul Barri. 

1.3 Wafat
KH. Hasani Nawawie wafat pada malam Selasa, 13 Rabiul Awal 1422 H/05 Juni 2001, pukul 03.50 dini hari. Beliau wafat pada usia 77 tahun karena serangan darah tinggi yang sudah sejak lama dideritanya. sehari setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tepatnya.

Sehari sebelum wafat (malam Senin), KH. Hasani masih sempat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di Masjid Sidogiri. Kyai mengikuti pembacaan diba’ dengan sempurna mulai awal sampai selesai. Beliau juga masih sempat berta’ziyah ke rumah H. lsmail, seorang warga desa Sidogiri yang wafat sehari sebelum peringatan hari Maulid. Saat itu, Kyai sudah terlihat sakit parah. Sambil dipapah, beliau berjalan ke rumah H. Ismail yang berjarak kira-kira 150 meter dari dalemnya. 

Menurut penuturan dari salah satu putra tirinya, Mas H. Abdul Barri, 10 hari sebelum wafat, Kyai Hasani bercerita telah didatangi Imam Al-Ghazali dalam tidurnya. Beliau mushafahah (berjabat tangan) dengan tokoh sufi terkemuka Abad Pertengahan itu. Kyai Hasani mer

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+