KH. Abdul Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail dilahirkan pada tahun 1909 M di Gang Kelor Kelurahan Jawa, Manggarai Jakarta Selatan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Hadi atau Guru Hadi bin KH. Ismail dilahirkan pada tahun 1912 M di Gang Kelor Kelurahan Jawa, Manggarai Jakarta Selatan. Beliau masih keturunan ke-10 Sultan Maulana Hasanudin Banten dan kakak ipar dari KH. Mucthar Tabrani Kaliabang Nangka Bekasi.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tanggal 05 Juli 1935 M beliau menikah dengan Siti Rodiyah, putri Guru Zayadi Rawa Bangke (Rawa Bunga) dan dikaruniai enam anak, satu putra dan lima putri.
1.3 Wafat
KH. Abdul Hadi wafat pada tahun 1418 H atau 03 Oktober 1998 M dan dimakamkan di depan Masjid Al-Akhyar, tepatnya di depan aula Madrasah Istiqomah, Jalan Gading Raya I Rawamangun Jakarta Timur.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Saat berusia enam tahun, KH. Abdul Hadi belajar mengaji kepada Bapak Tamam dan Bapak Ali di Pisangan Baru, kemudian pada usia 10 tahun beliau belajar kepada Guru Mustaqiem Rawa Bangke (Rawa Bunga) untuk memperdalam ilmu nahwu, shorof dan tauhid, la juga belajar fiqih, ‘arudh (sajak Bahasa Arab), dan mantiq (logika) kepada Guru Marzuqi di Cipinang Muara. Setelah Guru Marzuqi wafat beliau belajar kepada menantunya, Guru Muhammad Thohir bin Ja’man Cipinang Muara.
KH. Abdul Hadi juga belajar fiqih dan balaghah kepada Guru Mahmud Menteng dan mengaji kitab Shahih Bukhari dan Ihya Ulumuddin kepada Guru Abdul Majid Pekojan. Perjalanan menuntut ilmu tauhid dan fiqih masih berlanjut kepada Mu’allim Shodri Pisangan Baru sedangkan dalam ilmu tafsir dan faraidh (waris) ia belajar kepada Kyai Humaidi bin Sholeh Cirebon.
Beliau juga belajar kepada Guru Thohir Legok (Otista) dan Guru Muhammad Zen Kampung Melayu. Di samping kepada ulama-ulama tersebut, KH. Abdul Hadi juga belajar kepada Habib Ali Kwitang, Habib Ali bin Husein Alatas Bungur, Habib Zen bin Abdullah Assolabiyyah Alaydrus, Habib Abdullah bin Salim Alatas Kebon Nanas, Habib Salim bin Ahmad bin Jindan Otista, Habib Muhammad bin Ahmad Al-Hadad Kramat Jati dan Habib Syaikh bin Salim Alatas Sukabumi.
Pada saat pergi haji di tahun 1960-an, KH. Abdul Hadi sempat belajar kepada Habib Hasan bin Muhammad Fad’ak, Syekh Yasin Al-Fadani dan Syaikh Zen Bawiyah. Dalam usia lanjut, Guru Hadi masih menuntut ilmu kepada Habib Abdullah bin Husein Syami Alatas Batu Ceper dan Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir As-Segaf Bukit Duri.
2.2 Guru-Guru
- Bapak Tamam dan Bapak Ali di Pisangan Baru
- Guru Mustaqiem Rawa Bangke (Rawa Bunga)
- Guru Marzuqi di Cipinang Muara
- Guru Muhammad Thohir bin Ja’man Cipinang Muara
- Guru Mahmud Menteng
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

