KH Nachrowi dilahirkan di Bungkuk-Singosari Malang
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Nachrowi Thohir
- Kelahiran
- Keluarga
- Pendidikan
- Mendirikan Madrasah Muslimin Nahdlatul Wathan
- Mendirikan Pendidikan Bagi Laki-Laki dan Perempuan
Kelahiran
KH. Nachrowi Thohir lahir pada tahun 1900 M atau bertepatan pada tahun 1317 H di Bungkuk Singosari, Malang.
Keluarga
Setelah selesai belajar di beberapa pondok pesantren KH. Nachrowi Thohir pulang ke kampung halamannya untuk mengabdi kepada masyarakat. Seperti gayung bersambut, Kiai Nachrowi diambil menantu oleh seorang tokoh agama sekaligus saudagar kaya asal Jagalan Kota Malang yang bernama Kiai Abdul Hadi. Kiai Abdul Hadi merupakan orang yang juga memiliki perhatian tinggi dalam dakwah Islam dan pengembangan pendidikan.
Pendidikan
Semasa muda, KH. Nachrowi Thohir menghabiskan waktunya untuk belajar agama kepada ayahnya. Setelah selesai, beliau melanjutkan belajar di Pesantren yang diasuh Mbah Bungkuk. Dari Mbah Bungkuk, Kiai Nachrowi mempelajari dasar-dasar agama Islam seperti membaca al-Qur’an dan mengaji kitab-kitab tauhid (Aqidatul Awam), ilmu alat seperti Jurumiyah dan Imrithi.
Setelah selesai belajar di Mbah Bungkuk, Kiai Nachrowi Thohir melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pesantren Jampes Kediri yang diasuh oleh KH. Ihsan Muhammad Dahlan Jampes.
Setelah beberapa waktu di Jampes, Kiai Nachrowi berpamitan kepada gurunya untuk melanjutkan pengembaraan ngangsu kawaruh ke Pondok Pesantren Siwalanpanji Sidoarjo yang diasuh oleh KH. Ya’qub.
Pesantren ini dikenal sebagai basis pelabuhan para ulama-ulama yang nantinya terlibat dalam pendirian Nahdlatul Ulama seperti KH. Hasyim Asy’ari. Kiai Ya’qub sendiri merupakan mertua dari KH. Hasyim Asy’ari.
Kemudian, Kiai Nachrowi beranjak ke Pesantren Jamsaren Solo yang diasuh oleh KH. Idris (w. 1923). Dikisahkan ketika berada di Pondok Jamsaren ini, Kiai Nachrowi bersama teman-teman sesama santri membentuk kelompok diskusi. Kelak, kelompok inilah nantinya yang turut membantu Kiai Nachrowi dalam mengembangkan pendidikan di Jagalan.
Dari Jamsaren, Kiai Nachrowi kemudian ngansu kawaruh ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan. Pesantren inilah yang menjadi pelabuhan terakhir dalam pengembaraan keilmuan Kiai Nachrowi Thohir.
Namun, ada dua keterangan lain mengenai pondok pesantren yang menjadi pelabuhan Kiai Nachrowi Thohir setelah dari Jamsaren Solo dan sebelum ke Bangkalan yaitu Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang diasuh KH. Hasyim Asy’ari dan diceritakan pula sempat nyantri di Makkah Mukarromah. Hanya saja mengenai kedua pesantren
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

