Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Masykur, Komandan Laskar Sabilillah
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Masykur, Komandan Laskar Sabilillah

1902 – 1992 M · 23.307 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Masykur Ulama Nahdlatul Ulama Malang Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Madrasah
3.2  Menjadi Komandan Laskar Sabilillah

4.    Perjalanan Karir
5.    Chart Silsilah Sanad
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Masykur lahir pada tanggal 30 Desember 1902 M di Singosari, Malang, Jawa Timur, dari pasangan KH. Maksum dan Nyai Hj. Maemunah.

1.2 Riyawat Keluarga
Pada tahun 1923 M KH. Masykur menikah dengan cucu KH. Nachrowi Thohir, gurunya di Pesantren Bungkuk, Malang. Di usia 16 tahun pernikahan beliau, sang istri meninggal dan belum dikaruniai keturunan.

Setelah istrinya wafat, atas saran KH. Khalil Genteng, KH. Masykur kemudian menikahi adik istrinya, bernama Nyai Fatimah. Sejak saat itulah, pasangan dari keluarga pesantren ini kemudian bersama-sama mengabdi dan berjuang untuk syiar agama Islam.

1.3 Wafat
KH. Masykur wafat pada tanggal 19 Desember 1992 M.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Pada usia sembilan tahun, Kyai Masykur kecil diajak orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci. Sekembali dari Makkah-Madinah, Kyai Masykur disekolahkan di Pondok Pesantren Bungkuk, pimpinan KH. Nachrowi Thohir.

Kemudian, beliau melanjutkan nyantri di Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo. Di pesantren ini, Kyai Masykur kecil mempelajari ilmu nahwu shorof. Selang empat tahun kemudian, beliau mengaji di Pesantren Siwalan, Panji, Sidoarjo untuk mendalami ilmu fiqih.

Selama 4 tahun, Kyai Masykur menempuh pendidikan di Pesantren Siwalan Panci, Jawa Timur. Selanjutnya beliau pernah menimba ilmu di Pesantren Tebuireng selama kurang lebih 2 tahun. Kemudian di Pesantren KH. Kholil Bangkalan, Madura selama 1 tahun dan pernah pula menempuh pendidikan di Madrasah Mamba'ul Ulum Jamsaren, Solo selama 7 tahun.

Di Jawa Barat, pria kelahiran Malang ini pernah pula menempuh pendidikan di Pesantren Ngamplang, Garut selama 2 tahun.

2.2 Guru-Guru
1. 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+