Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. KH. R. Muhammad Adnan
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. KH. R. Muhammad Adnan

wafat 1969 M · 19.870 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Muhammad Adnan, lahir pada hari kamis Kliwon tanggal 6 Ramadhan 1818 bertepatan dengan tanggal 16 Mei 1889, di dalam rumah "pengulon" (tempat kediaman Penghulu) di kampung Kauman, tengah-tengah kota Surakarta, Jawa Tengah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Pendiri Pesantren
3.2  Karier
4.    Karya
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Muhammad Adnan lahir pada Kamis Kliwon, 6 Ramadhan 1818 (16 Mei 1889), di rumah "pengulon" di kampung Kauman, tengah kota Surakarta, Jawa Tengah. Nama kecilnya adalah Muhammad Shauman. Ayahnya, Kanjeng Raden Penghulu Tafsir Anom V, adalah seorang ulama bangsawan dan abdi dalem kraton Surakarta. Tafsir Anom V lahir pada Rabu, 17 Rabiul Awal tahun Jimakir 1786 Jawa (1854 M) dan wafat pada 21 September 1933 di usia 79 tahun.

Penghulu Tafsir Anom V menjabat penghulu (qadli) pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana IX. Muhammad Adnan adalah putra keempat dari Kiai Tafsir Anom V. Ayahnya, Kiai Tafsir Anom V, memiliki sepuluh anak, yaitu:

  1. Raden Ngabei Diprodipuro alias Muhammad Qomar.
  2. Raden Ngabei Tondhodipuro (Raden Ketib Cendhono), alias Muhammad Ridwan.
  3. Raden Nganten Mursoko alias Mardiyah.
  4. Kiai Haji Raden Muhammad Adnan, alias Shauman.
  5. Kiai Kanjeng Raden Tumenggung Pengulu Tafsir Anom VI, yang sebelumnya bergelar Raden Ketib Winong dan nama kecilnya Sahlan.
  6. Raden Ngabei Darmosuroto alias Muhammad Thohar, dengan nama kecil Muhammad Ishom.
  7. Raden Nganten Maknawi.
  8. Raden Nganten Sumodiharjo alias Siti Maryam.
  9. Raden Nganten Projowiyoto alias Marfu'ah.
  10. Raden Nganten Condrodiprojo alias Marhaman.

Adnan remaja merupakan saudara dari Pengulu Tafsir Anom VI, yang menggantikan ayah mereka sebagai Pengulu Tafsir Anom. Jika dirunut silsilah keluarganya, mereka akan sampai pada Sultan Syah Alam Akbar III (R. Trenggono), sultan terakhir Demak.

1.2 Wafat
Muhammad Adnan wafat pada Selasa Pon, 24 Juni 1969 pukul 03.30 dini hari, di usia 80 tahun. Jenazahnya dimakamkan hari itu juga di Pajang, Surakarta, setelah dishalatkan di Masjid Syuhada Yogyakarta dan Masjid Tegalsari, Surakarta.

1.2 Riwayat Keluarga

Ketika belajar di Makkah, Adnan bertemu Kiai Haji Akram yang kemudian menjadi kakak mertuanya. Akram menjodohkan cucunya, Ny. Siti Maimunah, dengan Adnan. Setelah menikah, mereka tinggal di Jalan Bumi 9, Kampung Tegalsari, dan memiliki 15 anak, dengan delapan yang bertahan hingga dewasa. Maimunah, selain sebagai ibu rumah tangga, juga pengusaha batik dan tenun.

Pada tahun 1941, Adnan diangkat sebagai Hoofd Voor Islamitische Zaken di Jakarta. Di sana, istrinya Maimunah melahirkan anak bungsu, Abdul Latif, tetapi meninggal karena pendarahan pada 13 Januari 1943. Setahun kemudian, Adnan menikah lagi dengan Salamah binti Masyhuri.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 disambut gembira oleh keluarga Adnan. Namun, ketegangan meningkat dengan kedatangan tentara Inggris dan Belanda, membuat Adnan memutuskan memindahkan keluarganya ke Surakarta pada Oktober 1945.

Keluarga Adnan menempati kembali rumah pengulon di Kauman yang kosong setelah ibunya meninggal. Pada tahun 1946, Adnan kembali ke Jakarta untuk memindahkan kantor Mahkamah I

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+