Nama lengkapnya adalah KH. Soeratmo Muhammad Idris, tapi beliau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Kiyai Muhammad Idris Kacangan. Beliau lahir pada tanggal 1 April 1913 M. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Amir Hasan Yogyakarta dan Ny. Aisyah binti KH. Idris Boyolali.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Mursyid Tarekat
3.2 Sosok Pejuang dan Pendakwah
4. Karomah
5. Teladan
6. Karya-Karya
7. Chart Silsilah Sanad
8. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Soeratmo Muhammad Idris atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Kyai Muhammad Idris Kacangan. Beliau lahir pada tanggal 1 April 1913 M, merupakan putra dari pasangan KH. Amir Hasan Yogyakarta dan Nyai Aisyah binti KH. Idris Boyolali.
1.2 Wafat
KH. Muhammad Idris Kacangan wafat pada hari Rabu Pon, 26 Jumadil Akhir 1423 H atau bertepatan pada tanggal 4 September 2002 M.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Muhammad Idris Kacangan memulai pendidikannya dengan belajar di Manbaul Ulum Slompretan sampai tamat kelas XI dengan nilai yang sangat memuaskan.
Selain itu, beliau juga pernah belajar di beberapa Pondok Pesantren, di antaranya adalah Pondok Pesantren Jamsaren, Solo, di bawah asuhan KH. Idris, Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Pondok Pesantren Bangkalan Madura, Pondok Pesantren Kaliwungu Kendal dan pernah mengikuti majelis taklim di bawah asuhan Habib Muhsin bin Abdullah Solo, untuk mempelajari Hadis Bukhari dan Muslim.
Beliau terkenal sebagai orang yang telah terbiasa dengan riyadhoh, seperti puasa sunnah, shalat malam dan munajat begadang di malam hari. Selain riyadhoh batin atau olah jiwa, beliau juga rajin melakukan olahraga dengan menekuni seni pencak silat dan bergabung dalam pendekar Solo.
Keilmuan syariat yang dipadukan dengan tasawwuf telah melekat pada diri KH. Muhammad Idris Kacangan. Tempaan dan gemblengan lahir dan batin itu menjadi beliau sosok ulama khas yang berwawasan luas dan memberikan manfaat kepada umat Islam dengan mengharap ridho dari Allah SWT. Konon, kepribadiannya yang baik itu telah ada sejak dulu. Sejak muda beliau sangat senang bergaul dengan siapapun tanpa mengenal status sosial maupun agama dan golongan.
2.2 Guru-Guru
1. KH. M. Idris, Pondok Pesantren Jamsaren,
2.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

