Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muthohar
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muthohar

lahir 1938 M · 14.004 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muthohar Ulama Nahdlatul Ulama Kendal Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Muthohar

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Mengajar Santri
  4. Tokoh Masyarakat

Kelahiran

KH. Muthohar lahir pada 3 Juni 1938, di Pondok Pesantren Sabilunnajah Penjalin Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Pendidikan

KH. Muthohar memulai pendidikannya dengan belajar di Sekolah Rakyat (SR). Setelah sekolah pada tingkat dasar beliau melanjutkan dengan belajar di Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak yang diasuh oleh Mbah Muslich.

Ketika belajar di Pesantren Futuhiyyah Mranggen beliau satu angkatan dengan KH. Abdurrohman Chudlori Tegalrejo Magelang

Setelah belajar di Mranggen, KH. Muthohar melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pesantren Bareng Kudus (sekarang bernama Pesantren Al-Qoumaniyyah) yang diasuh oleh KH. Yasin.

Selepas itu, Kiai Muthohar melanjutkan pendidikannya dengan mengaji tabarukan di beberapa pesantren, diantaranya di Pondok Pesantren Lasem, yang diasuh oleh KH. Ma’shum Lasem dan di Pondok Raudlatut Tholibin yang diasuh oleh KH. Bisri Leteh Rembang

Pengasuh Pesantren

Sekembalinya di rumah, KH. Muthohar tidak langsung mengajar santri, namun masih mengaji kepada KH. Ridhwan, kakaknya sendiri namun dari ibu yang berbeda.

Semangatnya dalam belajar yang tidak pernah padam membawanya ngalong (istilah santri yang setiap harinya berangkat dari rumah ke pesantren untuk mengaji, red) kepada KH. Musyafa’ selaku pendiri Pesantren Al-Musyafa’ Kampir Kendal yang selanjutnya diambil sebagai menantu.

Lama mengaji ilmu agama berbuah pada tekad untuk membuat majelis yang digunakan sebagai sarana mendidik masyarakat.

Dimulai dari yang kecil, KH. Muthohar menelateni kajian fashalatan dan al-Qur’an bagi anak-anak sampai remaja yang dilaksanakan setiap salat Maghrib, dan selepas Isya diisi dengan manaqib dan barzanji. Aktifitas ini baru digantikan oleh ustadz pesantren di awal tahun 2000-an.

Setelah wafat kakanya KH. Ridhwan,  KH. Muthohar melanjutkan kepemimpinan Pondok Pesantren Sabilunnajah Penjalin Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sabilunnajah merupakan sebuah pesantren yang didirikan oleh KH. Tarno pada sekitar tahun 1925, dan terdaftar di Kementerian Agama pada tahun 1930.

Tokoh Masyarakat

Saat ini, pengajian yang diisi langsung oleh KH. Muthohar adalah kajian fiqih yang d

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+