Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhaiminan Gunardho, Pendiri Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing Parakan, Jawa Tengah
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhaiminan Gunardho, Pendiri Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing Parakan, Jawa Tengah

1936 – 2007 M · 33.923 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhaiminan Gunardo merupakan seorang tokoh panutan yang sangat dikenal masyarakat luas. Selain itu, beliau juga banyak memberikan sumbangan spiritual bagi kehidupan masyarakat.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Menjadi Mursyid Tarekat

4.    Karomah
5.    Chart Silsilah Sanad
4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhaiminan Gunardho lahir pada tanggal 30 Maret 1936 di Jetis Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Beliau merupakan putra R. Abu Hasan (KH. Sumomihardho), yang masih terhitung keturunan Sultan Hamengkubuwono II dengan Ibunya, Hj. Mahwiyah binti KH. Badrun, sesepuh Kota Parakan yang juga ulama berpengaruh karena kedalaman ilmu yang beliau miliki.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1965, KH. Muhaiminn Gunardho menikah dengan Nyai Jayyidah binti H. Anwari. Dari pernikahannya beliau dikaruniai dua putri dan tiga putra, yaitu: Hj. Su`ad Jauharoh (15 September 1960), Hj. Kausar Asyafi`ah (13 April 1964), KH. Khaidar Muhaiminan (18 Desember 1967), KH. Nauval Muhaiminan (27 Desember 1972), dan KH. Baha`Jogo Sampurno (1 Maret 1975).

1.3 Wafat
KH. Muhaiminan Gunardo wafat pada usia 74 tahun, atau lebih tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2007 sekitar pukul 17.45 WIB. Beliau dimakamkan di Kompleks Pemakaman Kyai Parak, tidak jauh dari kediaman beliau. Ziarah di Makam KH. Muhaiminan Gunardho.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Kyai Muhaiminan Gunardho memulai pendidikan dengan bersekolah SR (Sekolah Rakyat) di Desa Parakan Kulon. Sore hari mengikuti pendidikan di Madrasah Ibtida'iyyah Al-Iman masih di Kota Parakan. Pendidikan SR beliau sempat terhenti karena meletusnya Perang Clash I. Setelah perang selesai, beliau kemudian menyelesaikan pendidikan SR-nya di SR Mojosari Temanggung. Beliau kemudian berpindah ke Magelang untuk melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Iman Magelang dan sore hari di SMP Muhammadiyah Jambon Magelang.

Karena prestasinya akhirnya mengantarkan Kyai Muhaiminan muda mengaji kepada KH. Dalhar alias Mbah Dalhar (Pesantren Watucongol, Magelang), ulama besar yang pernah mengasingkan diri, beribadah di Gua Hira. Mbah Dalhar juga dikenal sebagai Mursyid Tarekat Syadziliyah yang termasyhur. Dari sinilah, perjalanan Mbah Muhaiminan dalam menimba ilmu dimulai.

Beliau nyantri di Pondok Pesantren Payaman asuhan Romo Agung KH. Siradj Payaman. Pendidikan beliau pada waktu itu berada di bawah pengawasan KH. Muhlasin, menantu KH. Siradj, di Pondok Jurang. Sejak usia muda Kyai Muhaiminan Gunardho memiliki minat yang besar dan kegemaran belajar bela diri pencak silat.

Karena hobi beliau dengan pencak silat, di manapun berada, beliau menyempatkan diri untuk menuntut ilmu bela diri kepada pendekar-pendekar pencak silat di daerah itu. Ketika masih di Payaman Magelang, beliau berkenalan dengan KH. Nahrowi atau Ki Marto Jotho, seorang pendekar pencak sil

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+