KH. Syaerozie Abdurrohim atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Syaerozie lahir pada tanggal 05 Dzulhijjah 1353 H atau bertepatan pada tanggal 10 Maret 1935 M. di Desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Silsilah Nasab
1.3 Keluarga
1.4 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
3 Karier
3.1 Karier Di Organisasi
4. Karya
4.1 Karya Ilmiah
4.2 Gubahan Sholawat Sya’ir Arab
4.3 Ijazah Wirid dan Do’a
4.4 Kalam Wejangan
5. Karomah
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Syaerozie dilahirkan pada tanggal 05 Dzulhijjah 1353 H, bertepatan dengan tanggal 10 Maret 1935 M, di desa Kalisapu Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Lahir dari keluarga religius, nasab kedua orang tuanya menyambung hingga Syaikh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan, merupakan Wali Songo dan ulama besar di tanah Jawa.
Ayahnya bernama KH. Abdurrohim, ulama kharismatik pengasuh pondok pesantren Kepuh Palimanan Kabupaten Cirebon. Ibunya bernama Nyai Hj. Khoiriyah juga aktif mendampingi suaminya dalam mendidik para santri.
Sedangkan kakeknya bernama Mbah KH. Juned, adalah ulama sufi, mursyid Thoriqoh Syathariyah sekaligus pendiri pondok pesantren Kepuh Palimanan Cirebon. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang produktif menulis karya ilmiyah. Setidaknya, terdapat lima karya tulis yang dihasilkan oleh Mbah KH. Juned bin Pangeran Bagus Nursaman, tulisan-tulisan beliau mencakup bidang ilmu Fikih, Tafsir & Tasawuf.
1.2 Silsilah dan Nasab
KH. Syaerozie Abdurrohim merupakan ulama yang memiliki garis keturunan yang kuat dan terhubung dengan sejumlah tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Cirebon dan Tatar Sunda. Dari jalur ayah, nasab beliau bersambung kepada Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati melalui garis keturunan Pangeran Pasarean Muhammad Arifin. Adapun silsilah tersebut berurutan dari KH. Syaerozie, KH. Abdurrohim Kepuh, KH. Juned Kepuh, Pangeran Bagus Nursaman Kragilan Marikangen, Pangeran Bagus Nurudin, Pangeran Bagus Kamaludin, Pangeran Kyai Mas Abdurrohim, Pangeran Syaikh Abdul Latif Kajen Plumbon, Pangeran Syaikh Abdul Ghofur, Pangeran Surareja Zaenudin, Pangeran Bagus Rana Atmaja Khairudin, Pangeran Butat Solehudin, Pangeran Kesatrian Afifudin, Pangeran Pasarean Muhammad Arifin, hingga kepada Sunan Gunung Jati.
Pada jalur tersebut terdapat satu titik penting, yakni Pangeran Syaikh Abdul Latif Kajen Plumbon. Dari tokoh inilah nasab KH. Syaerozie bertemu dengan nasab pendiri Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, yaitu Pangeran Syaikh Hasanudin Jatira atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Jatira. Keduanya sama-sama merupakan keturunan Pangeran Syaikh Abdul Latif Kajen Plumbon, sehingga memiliki hubungan genealogis yang erat.
Dari pihak ibu, KH. Syaerozie merupakan putra Nyai Hj. Khoiriyah binti Kyai Ma’shum. Garis keturunan ini juga bersambung kepada Sunan Gunung Jati melalui jalur Kesultanan Banten, yaitu melalui Maulana Hasanudin Banten, putra Sunan Gunung Jati. Rangkaian silsilah tersebut melewati Mbah Buyut Musmina Keputon, Kyai Muallama Ki Gede Bendungan, Tubagus Zaenudin Akbar Pengaringan, Tubagus Abdullah, Muhammad Sholeh, Ahmad Arya Wetan, M
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

