Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Djamilah Ma’shum
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

1928 – 1988 M · 9.796 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1         Riwayat Hidup
1.1      Lahir
1.2      Riwayat Keluarga
1.3      Wafat

2         Perjalanan Hidup dan Dakwah
3         Chart Silsilah Sanad
4         Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Nyai Hj. Djamilah lahir pada tahun 1928, beliau merupakan putri kedua dari pasangan KH. Ma’shum Ali dengan Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim putri pertama dari Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan Nyai Hj. Nafiqoh binti Kyai Ilyas, Adik kandung dari KH. Wahid Hasyim. Dengan demikian, Nyai Hj. Djamilah adalah kakak sepupu dari KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia keempat.

1.2 Riwayat Keluarga
Nyai Hj. Djamilah dipersunting oleh KH. M. Noor Aziz adik kandung KH. Masjkur (Mantan Menteri Agama pada tahun 1941) yang pada saat itu telah menyelesaikan masa Tafaqquh fi Al-Diin-nya di Pondok Pesantren Tebuireng. Selain itu beliau juga menjabat sebagai Hakim di Pengadilan Agama Pasuruan. Dari pernikahan ini Nyai Djamilah dan suami dikaruniai 6 putra dan putri, yaitu: Ali Faisal, Umar Faruq, Thariq Abdul Ghaffar, Tati Choiriyati, Luqman Hakim, dan Nur Laili Rahmah.

1.3 Wafat
Nyai Hj. Djamilah Ma'shum berpulang ke Rahmatullah pada hari Kamis tanggal18 Februari 1988.

2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Nyai Hj. Djamilah merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim” dan juga menjabat sebagai Direktris Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak Jombang (1969-1988).

Ketika kondisi ibu dari Nyai Hj. Djamilah yakni Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim memasuki usia senja sehingga membutuhkan perawatan intensif di RSI Surabaya. Kepengasuhan Pondok Seblak diambil alih oleh beliau pada 30 Oktober 1969. Di tangan beliau, Pondok Seblak berkembang pesat. Dari segi kualitas pendidikannya, sarana prasarana, pengelolaan pengembangan pendidikan, dan pengembangan minat bakat santri. Sehingga menghasilkan penambahan lokal madrasah, aliran listrik PLN, Pendirian panti asuhan “Al-Choiriyah” dan lain-lain.

Tidak bisa dipungkiri pengabdian dan perjuangan Nyai Djami

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+