Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi

lahir 1890 M · 11.339 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi adalah ulama NU

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Syekh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Guru di Masjidil Haram
  5. Sosok yang Menyelamatkan Kitab Imam Syafi'i
  6. Pendapat Ulama tentang Dirinya
  7. Karyanya Belum Ditemukan
  8. Chart Silsilah Sanad

Kelahiran

Syekh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi lahir pada tahun 1890 M di Lasem Kab. Rembang Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Abdul Aziz dan ibu Mukminah binti Mahali.

Keluarga

Hubungan ta’aruf Syekh Muhaimin dan Nyai Khairiyyah dimulai dari kegiatan surat menyurat. Saat itu usia Nyai Khairiyyah 17 tahun setelah ditinggal wafat KH. Ma’shum Kwaron suami pertama. Syekh Muhaimin dari Makkah berkirim surat isinya menanyakan kesediaan Nyai Khairiyyah menjadi istrinya. Saking bingungnya tidak terasa membaca surat itu sambil berjalan dari Tebuireng sampai Kantor Kecamatan Diwek.

Kemudian dijawab Nyai Khairiyyah, menanyakan keberadaan istri pertama Syekh Muhaimin. Langsung dijawab dengan mengirim surat keterangan kematian istrinya. Tidak beberapa lama Syekh Muhaimin mengutus KH. Bisri Syansuri menyatakan keinginannya kepada KH. Hasyim Asy’ari. Lalu memanggil Nyai Khairiyyah, menjadi heran kok sudah saling kenal. Kemudian KH. Bisri sambil tersenyum-senyum menerangkan bahwa keduanya sebelumnya sudah surat-suratan.

KH. Hasyim Asy’ari kemudian bersikukuh agar anaknya  menikah dengan Syekh Muhaimin. Untuk maksud itu Oktober 1928 KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syansuri ke Sarang, Kab. Rembang.

Selanjutnya pihak keluarga mengutus KH. Ahmad bin Syueb Sarang (seusia Syekh Muhaimin) agar mengikuti  musyawarah dan memutuskan syarat Nyai Khairiyyah untuk menikah dengan Syekh Muhaimin harus dibawa ke Makkah.

Aqdun Nikah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Wahdah Lasem yang diasuh KH. Baidlowi bertindak mewakili keluarga, karena KH. Abdul Aziz sudah wafat. KH. Bisri Syansuri mewakili Syekh Muhaimin. Akhirnya resmilah Nyai Khairiyyah menjadi istri Syekh Muhaimin diantar ke Mekkah oleh adiknya,

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+