Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syaikhah Khairiyah Hasyim
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syaikhah Khairiyah Hasyim

lahir 1906 M · 14.661 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi Syaikhah Khairiyah Hasyim Ulama Nahdlatul Ulama Jombang Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Syaikhah Khairiyah Hasyim

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Pesantren
  5. Mengagas Madrasah di Arab

Kelahiran

Syaikhah Khairiyah Hasyim lahir pada 1906 M, di Jombang. Beliau merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dan Ibu Nyai Nafiqah. Saudara-saudaranya yaitu Hannah, Aisyah, Azzah, KH. Wahid Hasyim, Abdul Hafidz (KH. Abdul Choliq Hasyim), KH. Abdul Karim Hasyim, Ubaidillah, Masrurah, dan KH. Muhammad Yusuf.

Keluarga

Ketika dalam masa-masa semangat belajar mengkaji ilmu agama, terbesitlah dalam diri sang ayah untuk menjodohkan Syaikhah Khairiyah dengan salah satu santri seniornya yang dikenal alim dalam berbagai disiplin ilmu agama, yaitu Kiai Ma’shum Ali yang mempunyai banyak karya seperti kitab Amstilâtu al-Tashrifiyyah, Badi’u al-Mistal fi Hisâbi al-Sinîn wa al-Hilal, Fathu al-Qâdir fi ‘Ajâibi al-Maqâdir, dan Durûsu al-Falâkiyyah. Pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 1919. Waktu itu usia Syaikhah Khairiyah baru 13 tahun.

Saat membina rumah tangga dengan Kiai Ma’shum Ali, Syaikhah Khairiyah dikarunia tujuh keturunan, yaitu Hamnah, Abdul Jabar, Ali, Jamilah, Mahmud, Karimah, dan Abidah. Semua anaknya ini meninggal dunia kecuali dua, yaitu Abidah dan Jamilah.

Dua tahun dari usia pernikahannya (1921), Kiai Hasyim memerintahkan kepada Syaikhah Khairiyah dan suaminya untuk mendirikan pesantren tersendiri. Kiai Hasyim memandang bahwa keduanya itu sudah mampu untuk mengelola pesantren dengan mandiri. Dengan penuh ketaatan, keduanya melaksanakan apa yang didawuhkan oleh Kiai Hasyim Asy’ari.

Kiai Hasyim memerintahkan agar pesantren tersebut dibangun di daerah yang masih minim agamanya supaya ajaran Islam bisa tersebar luas. Dibelilah tanah di daerah Seblak oleh Kiai Hasyim yang letaknya sekitar 200 meter dari Pesantren Tebuireng. Daerah Seblak ini dikenal sebagai area hitam, masyarakatnya masih jauh dari tuntunan syariat.

Saat sedang asyik-asyiknya dalam mengembangkan Pesantren Seblak bersama sang suami, Syaikhah Khairiyah mendapatkan ujian yang begitu berat. Sang suami menderita penyakit paru-paru dengan waktu yang lama dan belum kunjung sembuh. Karena sudah tidak tahan menahan rasa sakit, akhirnya ia kembali ke Rahmatullah pada tangal 24 Ramadan 1351 H / 8 Januari 1933 M dengan usia 33 tahun.

Meninggalnya Kiai Ma’shum Ali menjadi pukulan berat bagi Syaikhah Khairiyah dan Pesantren Seblak yang dirinti

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+