KH. Abdul Hamid Chasbullah Ulama Nahdlatul Ulama Jombang Jawa Timur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Abdul Hamid Chasbullah
Kelahiran
KH. Abdul Hamid Chasbullah dilahirkan di dusun Tambakberas, Jombang, tepatnya di Pesantren Tambakberas. Beliau merupakan putra ke dua dari delapan bersaudara, dari pasangan KH. Casbullah said dengan nyai Lathifah.
Saudara-saudara beliau diantaranya, Abdul Wahab, Khodijah, Abdur rohim, Fatimah, Sholihah, Zuhriyah dan Aminatur Rokhiyah.
Kakaknya yang bernama KH. Abdul Wahab Chasbullah merupakan tokoh sentral pendiri dan penggerak NU. Sedang adiknya yang bernama nyai khodijah merupakan istri KH. Bisri Syansuri (juga salah satu pendiri NU dan pendiri Pesantren Denanyar Jombang). Adapun adiknya lagi yang bernama KH. Abdurrohim memperistri Nyai Mas Wardliyah Yogyakarta (keponakan KH. Ahmad dahlan pendiri muhammadiyah). Adik KH. Hamid yang lainnya, yakni Nyai Fatimah diperistri oleh KH. Hasyim Kapas Jombang.
Wafat
KH. Abdul Hamid Chasbullah wafat pada tanggal 8 ramadhan tahun 1956 M. Beliau meninggal dunia pada saat ngajar ngaji para santrinya.
Keluarga
KH. Abdul Hamid Chasbullah melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Zaenab dari Sepanjang Sidoarjo. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai satu orang anak.
Setelah itu, KH. Abdul Hamid Chasbullah menikah kembali dengan Nyai Khodijah dari Cepoko Nganjuk. Buah dari pernikahannya yang kedua, beliau dikaruniai Lima putra.
Kemudian, KH. Abdul Hamid Chasbullah menikah lagi dengan Nyai Mu’minah dari Sambong Jombang. Buah dari pernikahannya yang ketiga, beliau dikaruniai tiga putra.
Pendidikan
Masa kecil KH. Abdul Hamid Chasbullah dihabiskan untuk mondok dari pesantren ke pesantren, diantaranya Pesantren Bangkalan Madura yang diasuh oleh KH. Kholil Bangkalan, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Tebuireng dibawah bimbingan KH. Hasyim Asy'ari, Pesantren Krapyak Yogyakarta dibimbing langsung oleh Mbah KH. Munawwir. Selanjutnya, KH. Abdul Hamid Chasbullah menuntut ilmu di Makkah al Mukarromah.
Menjadi Pengasuh Pesantren
Setelah sekian lama malang-melintang mengembara mencari ilmu, KH. Abdul Hamid Chasbullah kembali ke kampung halamannya untuk mengabdikan hidupnya dalam melanjutkan perjuangan ayahnya, yakni mengembangkan
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

