Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Lathifah, Ibunda KH. Abdul Wahab Chasbullah
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Lathifah, Ibunda KH. Abdul Wahab Chasbullah

wafat 1942 M · 2.687 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Tidak banyak yang tahu bagaimana cara Nyai Lathifah mendidik putra putrinya. Hanya saja, diceritakan jika Kyai Chasbullah dan Nyai Lathifah sangat tegas dengan syariat saat mendidik putra-putrinya.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1  Mendirikan Pesantren

3.   Teladan
3.1  Ahli Tirakat
3.2  Tegas dalam Mendidik

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Nyai Lathifah dari keluarga besar Pondok Pesantren Tambakberas juga ibunda dari masyayikh besar di Jombang. Beliau merupakan ibunda dari KH. Wahab Chasbullah, salah satu Kyai besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama.

1.1 Lahir
Nyai Lathifah diperkirakan lahir pada abad 18, di Tawangsari Sepanjang Sidoarjo, Beliau merupakan mertua dari Kyai Bisri Syansuri Denanyar, karena putrinya yang bernama Khodijah menikah dengan Kyai Bisri. Sebagai istri seorang Kyai besar beliau tidak lantas berpangku tangan kepada suaminya.

1.2 Riwayat Keluarga
Nyai Hj. Lathifah merupakan istri dari KH. Chasbullah Sa’id, dari pernikahannya memiliki delapan putra. Diantaranya:

  1. Kyai Abdul Wahab,
  2. Kyai Abdul Hamid,
  3. Nyai Khodijah,
  4. KyaiAbdur Rohim,
  5. Nyai Fatimah,
  6. Nyai Sholihah,
  7. Nyai Zuhriyah
  8. Nyai Aminatur Rokhiyah.

Semuanya menjadi ulama besar yang banyak dikenal masyarakat.

1.3 Wafat
Nyai Hj. Latifah wafat pada tahun 1942 M, kepemimpinan Pesantren putri digantikan oleh menantunya yaitu Nyai Wahab (Nyai Sa’diyyah). Nyai Wahab memimpin Pesantren bersama KH. Wahab, pengelolaan Pesantren mengalami peningkatan hingga permulaan dekade 1970. Pada tahun 1971 KH. Abdul Wahab wafat, tugas kepengasuhan dan pendidikan Pesantren terus dilaksanakan oleh Nyai Wahab.

2. Perjalanan Hidup dan Dakwah

2.1 Mendirikan Pesantren
Beliau turut membantu merawat Pesantren dengan mengajar dan mendidik langsung para santri. Nyai Zubaidah Nasrullah (salah satu cucu menantu Kyai Hasbullah Said) menceritakan bahwa kakaknya pernah dikirim oleh ayahandanya untuk mondok di Tambakberas sekitar tahun 1940-an. saat itu kakaknya dididik langsung oleh Nyai Latifah.

Pondok Pesantren putri Al-Lathifiyyah Bahrul Ulum merupakan pondok Pesantren putri pertama dilingkungan pondok Pesantren Bahrul Ulum. Pesantren tersebut ada sekitar abad ke-20 yang dipelopori Nyai Latifah. Pada saat itu Nyai Latifah menangani 15 santri putri didaerah Tambakberas. beliau membimbing para santri dirumahnya. Kemudian atas inisiatif KH. Abdul Wahab, dibangunkannya surau untuk para santri tersebut belajar dan menetap.

Dalam perjalanan sejarahnya, pondok putri Al-Lathifiyyah bertugas menyelenggarakan pendidikan agama bagi masyarakat, keberadaannya mendapat perhatian dari khalayak yang ingin belajar ilmu Agama. Pengelolaan Pesantrenpun mengalami peningkatan terus menerus.

3. Teladan

3.1 Ahli Tirakat
Selain mementingkan pendidikan agama putra-putrinya, Kyai Chasbullah serta Nyai Lathifah juga salah seorang yang ahli tirakat. Tirakat ini memang sudah dilakukan beberapa garis keturunan sebelumnya. Mbah Said, atau ayah dari Kyai Chasbullah merupakan ahli tirakat. Tirakat Mbah Said dalam bentuk tidak tidur selama dua tahun lamanya.

Ahl

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+