KH. Muhammad Wahib Wahab atau yang kerap disapa dengan panggilan Gus Wahib lahir pada 1 November 1918. Gus Wahib merupakan putra pertama salah satu pendiri NU KH. Abdul Wahab Chasbullah dengan Nyai Hj. Maimunah, putri KH. Musa yang berasal dari Surabaya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Perjalanan Perjuangan
3.2 Perjalanan Karier
4. Karya-Karya
5. Kisah Kyai Wahib Wahab, Bung Karno dan Jimat Sabuk Mbah Chasbullah Tambakberas
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Wahib Wahab atau yang kerap disapa dengan panggilan Gus Wahib lahir pada tanggal 1 November 1918. Gus Wahib merupakan putra pertama salah satu pendiri NU KH. Abdul Wahab Chasbullah dengan Nyai Hj. Maimunah, putri KH. Musa yang berasal dari Surabaya.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada 1935, ketika Wahib baru berusia 19 tahun dan masih menjalani pendidikan di Madrasah Al-Falah Makkah, beliau menikah dengan Siti Hannah, putri KH. Faqih dari Gresik. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai lima orang anak, yaitu: Umroh Mahfudzoh, Nurjat Malihah, Wahibah Maghfuroh, Muhammad Ghozi, dan Faizah.
Sedangkan pernikahan KH. Muhammad Wahib Wahab dengan istri keduanya, beliau dikaruniai tiga orang anak.
1.3 Wafat
KH. Muhammad Wahib Wahab meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 12 Juli 1986 di usia 68 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di samping makam ayahandanya KH. Wahab Chasbullah di Kompleks Makam Keluarga di Tambakberas.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Semasa kecil Kiyai Wahib Wahab belajar di pesantren orang tuanya sendiri, yakni dimulai dari Pondok Tambakberas. Setelah selesai belajar kepada orang tuanya, beliau melanjutkan belajar ke beberapa pesantren, di antaranya, Pesantren Seblak Jombang, Pesantren Mojosari, Pesantren Nganjuk, Pesantren Kasingan Rembang dan Pesantren Buntet Cirebon. Hingga kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Merchantile Institute of Singapore tahun 1936 hingga 1938.
Pada 1939, Kyai Wahib berangkat ke Tanah Suci selama setahun untuk memperdalam ilmu agama sekaligus menunaikan ibadah haji. Kehidupannya pun terus berlanjut dan semakin matang dalam keilmuannya.
2.1 Guru-Guru
1. KH. Abdul Wahab Chasbullah
2. KH. Mas’hum Ali Seblak
3. KH. Abbas Djamil Buntet
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Meski kiprahnya di dunia militer hingga po
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

