Nama lengkapnya adalah KH. Abdul Rasyid Ramli, lahir dari pada tahun 1922 di Kampung Mangga, Tanjung Priok dari keluarga sederhana. Ayahnya bernama H. Ramli bin H. Sa`inan dan ibunya bernama Hj. Jahariah binti H. Jahari (dikenal dengan nama Guru Ja`ang).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Madrasah
3.2 Mengasuh Majelis Taklim
4. Karya-Karya
5. Chart Silsilah Sanad
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Rasyid Ramli lahir pada tahun 1922 di Kampung Mangga, Tanjung Priok. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Ramli bin H. Sa`inan dan Hj. Jahariah binti H. Jahari (dikenal dengan nama Guru Ja`ang).
Ayahnya pernah bermukim di Kota Makkah, Arab Saudi selama tiga tahun untuk mengaji dan sekembalinya ke tanah air, beliau menikah dengan Hj. Jahariah dan menjadi guru mengaji di kampungnya.
1.2 Wafat
KH. Abdul Rasyid Ramli wafat di kediamannya di Kampung Mangga, Tugu Selatan, Jakarta Utara pada hari Sabtu jam 21.05 WIB, tanggal 5 Safar 1427 H atau bertepatan dengan tanggal 4 Maret 2006 di usia 84 tahun dengan meninggalkan seorang istri, 6 orang anak,16 cucu dan 3 cicit. Kini, perjuangan beliau diteruskan oleh putranya, KH. Achmad Habibi HR, yang sekaligus salah seorang murid betawinya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Di masa kecil, orangtuanya menyerahkan Kyai Rasyid kecil kepada Tuan Guru Nausin untuk mengaji sampai usia baligh. Selesai mengaji dari Tuan Guru Nausin, beliau melanjutkan mengaji sekaligus mondok di Madrasah Islam Wal Ihsan yang dipimpin dan diasuh oleh KH. Abdul Salam bin H. Hasni yang dikenal oleh masyarakat Betawi dengan nama panggilan Guru Salam Rawa Bangke (kini Rawa Bunga), Jatinegara selama 6 tahun.
Selesai mondok di Rawa Bangke, Kyai Rasyid meneruskan perjalanan ngajinya di Mushalla Bapak Ni`ung, Sindang,Tanjung Priok dengan pengajarnya Guru Abdul Madjid Tanah Abang, Kyai Usman Perak dan Mu`allim Thabrani Paseban.
Kyai Rasyid juga mengaji kepada Mu`allim Arfan Baroja Pekojan, Al-Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang, KH. Abdullah Syafi`i, KH. Zahruddin Ustman, KH. Hasbyallah Klender, KH. Noer Alie Bekasi dan Guru Manshur Jembatan Lima.
Pada saat beliau mengaji di Guru Manshur Jembatan Lima terjadi peristiwa bersejarah yang menjadikannya saksi hidup dan peristiwa ini sering dijadikannya bahan cerita saat berbincang-bincang dengan para kyai dan ustadz, seperti kepada KH. Saefuddin Amsir. Yaitu, berkunjungnya
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

