KH. Syathori terlahir dari keluarga ulama dan bangsawan. Darah ulama mengalir dari jalur ayahnya KH. Sanawi bin Abdullah bin Muhamad Salabi dari Lontang Jaya. KH. Sanawi adalah seorang ulama penghulu yang merintis berdirinya Pondok Pesantren Dar Al-Tauhid dengan mendirikan langgar (mushala).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
5. Pemberdayaan Perempuan
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdullah Syathori atau yang akrab dengan sapaan KH. Syathori lahir pada tahun 1905 di Dusun Lontang Jaya, Desa Panjalin, Majalengka, 3 Km sebelah barat Babakan Ciwaringin Cirebon. Meski tidak diketahui secara pasti tanggal dan bulan kelahirannya, beberapa sumber menyebutkan beliau lahir pada hari Sabtu, sehingga beliau mendapat julukan pada waktu kecil, yaitu ‘tunen’ merupakan kependekan dari ‘metu sabtu puput senen’.
KH. Syathori terlahir dari keluarga ulama dan bangsawan, darah ulama mengalir dari jalur ayahnya KH. Sanawi bin Abdullah bin Muhamad Salabi dari Lontang Jaya. KH. Sanawi adalah seorang ulama penghulu yang merintis berdirinya Pondok Pesantren Dar Al-Tauhid dengan mendirikan langgar (mushala).
Meski perpindahan domisili beliau ke Arjawinangun belum diketahui secara pasti, akan tetapi dari hipotesa yang berdasarkan pekerjaan, beliau berpindah karena tugas seorang penghulu sementara. KH. Abdullah bin KH. Hasanuddin (KH. Muhammad Salabi) kakek KH. Syathori adalah sosok ulama dan pejuang di zamannya dalam mengusir penjajah, terutama ketika terjadi ‘Perang Kedongdong’.
KH. Abdullah dan beberapa para kyai lain turut terjun ke medan peperangan, meski banyak yang gugur namun KH. Abdullah terhitung tokoh ulama yang selamat. Dari jalur ibu, KH. Syathori merupakan ulama berdarah bangsawan. Ibundanya, Nyi Hj. Arbiyah putri Kyai Abdul Aziz bin Arja’in adalah keturunan Sultan Banten dari Sura Manggala yang memerintah Kesultanan Banten pada tahun 1808.
Dan pada ujung silsilah KH. Syathori bertemu dengan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). KH. Syathori hidup dalam suasana keagamaan dan disiplin pendidikan ilmu yang tinggi. Berkat kecerdasan dan didikan orang tuanya, KH. Syathori telah mampu menghafal Juz ’Amma dengan fasih. Selain dikenal sebagai anak yang cerdas dan rajin belajar, KH. Syathori kecil juga dikenal sebagai anak periang dan suka berolahraga, khususnya sepak bola.
1.2 Nasab
1. Sunan Gunung Jati Cirebon
2. Maulana Hasanudin
3. Maulana Yusup
4. Muhammad
5. Sultan Al-Makhir
6. Sultan Abdul Ma’ali
7. Sultan Ageng Tirtayasa
8. Sultan Abu Nasiri
9. Sultan A. Mahasyim
10. Sultan M. Syifa
11. Sultan Kuh-Arif
12. K. Agung Sanawi
13. Kyai Sholeh P
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

