Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. KH. Saifuddin Zuhri
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. KH. Saifuddin Zuhri

1919 – 1986 M · 36.250 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (lahir di kota kawedanan Sokaraja, 9 kilometer dari Banyumas, 1 Oktober 1919 – meninggal 25 Maret 1986 pada umur 66 tahun) adalah Menteri Agama Republik Indonesia pada Kabinet Kerja III, Kabinet Kerja IV, Kabinet Dwikora I, Kabinet Dwikora II, dan Kabinet Ampera I.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Peranan di Nahdlatul Ulama
3.2  Menjadi Menteri Agama dan Mengembangkan IAIN
3.3  Pekerjaan
3.4  Menjadi Penulis

5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Prof. KH. Saifuddin Zuhri lahir pada tanggal 1 Oktober 1919 di Kawedanan Sokaraja Tengah, Banyumas, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Mohammad Zuhri dengan Siti Saudatun.

KH. Saifuddin dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ibunya berprofesi sebagai perajin batik, sedangkan ayahnya seorang petani. Meskipun berasal dari keuarga yang sederhana, tetapi orang tua Kyai Saifuddin memiliki obsesi yang sangat besar. Mereka mengharapkan agar Saifuddin kelak dapat menjadi “orang besar”.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Saifuddin Zuhri melepas masa lajangnya dengan menikahi ibu Solichah. Buah dari pernikahannya beliau dikaruniai sepuluh anak. Putra-putrinya di antaranya, Dr. Fahmi Dja’far (yang beristrikan Dra. Maryam putri tokoh NU KH. Ahmad Syaikhu), Farida (bersuamikan Ir. Shalahuddin Wahid putra ketiga KH. Wahid Hasyim–adik kandung KH. Abdurrahman Wahid), Anisa (istri Dr. Solichul Hadi mantan aktivis PMII), Aisyah (yang dipersunting Drs. Wisnu Hadi), Andang FN, Baehaqi (berpendidikan di Kairo dan Belanda yang menikah dengan Gitta Gadis Belanda, Julia, Annie, Adib (yang menikah dengan Yanti Ilyas putri KH. M. Ilyas) dan Lukman Hakim Saifuddin (kini Wakil Ketua Umum DPP PPP dan Wakil Ketua MPR-RI).

1.3 Wafat
Prof. KH. Saifuddin Zuhri wafat pada tanggal 25 Februari 1986.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Pada masa kecil, pagi dan siang hari, Kyai Saifuddin belajar di Sekolah Dasar (Umum) dan Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Nahdlatul Ulama. Pada malam hari dia mengaji Al-Qur'an dan mempelajari kitab-kitab kuning di berbagai pondok pesantren yang bertebaran di daerahnya. Pada usia kanak-kanak dia telah fasih membaca Al-Qur'an dan mengkhatamkan beberapa kitab. Ketika berusia 13 tahun, dia sudah mengkhatamkan kitab Safinah, Qathrul Ghaits, Jurumiyah, dan kitab kuning lainnya.

Ketika berumur 17 tahun, Kyai Saifuddin ingin mengembara ke daerah lain karena hausnya ia akan ilmu pengetahuan. Kota Solo, menjadi target tujuannya untuk menambah ilmu pengetahuan. Meskipun dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Akan tetapi, dengan tekad dan semangat yang membara Kyai Saifuddin tetap berangkat ke kota Solo.

Di kota Solo ini, Kyai Saifuddin belajar sambil bekerja untuk membiayai sekolahnya. Awalnya ia berencana menjadi pelayan toko dan pelayan ho

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+