Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Dr. KH. Muhammad Zubaidi Muslich, Pendiri Ma'had Mamba'ul Hikam Jombang
✓ Terverifikasi Tim Riset

Dr. KH. Muhammad Zubaidi Muslich, Pendiri Ma'had Mamba'ul Hikam Jombang

1942 – 2011 M · 19.271 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Drs. KH Muhammad Zubaidi Muslich dilahirkan di desa Parijatah Kulon, Dusun Melik, Kecamatan Serono, Kabupaten Banyuwangi, pada tanggal 1 Juni 1942.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Nasab
1.4  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Dr. KH. Muhammad Zubaidi Muslich lahir pada tanggal 1 Juni 1942, di Desa Parijatah Kulon, Dusun Melik, Kecamatan Serono, Kabupaten Banyuwangi. Beliau merupakan putra keempat dari tujuh bersaudara, dari pasangan KH. Muslich dengan Hj. Siti Walijah.

1.2 Riwayat Keluarga
Setelah beliau menyelesaikan pendidikannya, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal/pondok pesentren, beliau memutuskan untuk berumah tangga. Pada tahun 1972 beliau menikah dengan Ibu Nyai. Hj Asmah yang berasal dari Jakarta, keluarga baru ini selanjutnya bertempat tinggal di Desa Kwaron.

Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai dua orang putra dan dua orang putri, di antaranya adalah:
1. Maftuhah Mustikawati ( Pimpinan Pondok Pesantren MMH Putri, dan juga sebagai Kepala Madrasah MA dan Mts Al-Hikam Jombang) 
2. Muzaiyanah
3. DR. M. Izzuddin, M. Ag
4. Ahmad Muzadi, S. Pd. I

1.3 Nasab
Nasab dari jalur ayah

Asal-usul Drs. KH. M. Zubaidi Muslich dari jalur keturunan ayah ini dapat diketahui sampai pada buyut beliau. Yang mana leluhur beliau adalah golongan orang-orang yang fanatik dalam masalah agama, baik di lingkungan keluarga sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Keluarga besar ini hampir seluruhnya adalah pemuka-pemuka agama atau berprofesi sebagai guru agama. Seperti halnya ayah beliau yang dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin (tahun 1935).

Secara kronologis jalur dari sang ayah ini diawali dari buyut beliau yang bernama KH. Muhammad, beliau dikenal sebagai pemuka agama sekaligus pengajar yang dihormati dan ditaati oleh masyarakat. KH. Muhammad mempunyai anak bernama KH. Hanafi.

Pada perkembangan selanjutnya KH. Hanafi lah yang kemudian meneruskan estafet perjuangan ayahnya, yaitu dalam membimbing, membina dan mengarahkan masyarakat pada kehidupan yang agamis. Kemudian KH. Hanafi mempunyai keturunan bernama KH. Muslich, yaitu ayah dari Drs. KH. M. Zubaidi Muslich. Mengikuti jejak ayah dan kakeknya, KH. Muslich juga dikenal sebagai orang yang disegani masyarakat dan pendiri dari Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin.

Pada awalnya Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin hanya sebuah padepokan dan tempat ibadah yang digunakan oleh KH. Muslich sebagai tempat mengaji dan mengajar agama untuk masyarakat setempat. Karena hari demi hari, bulan bahkan tahun demi tahun santri yang mengaji semakin bertambah. KH. Muslich bertekad dan berusaha mendirikan Pondok Pesantren untuk menampung santri-santri yang rumahnya jauh

Sebagai tokoh masyarakat dan pengasuh Pondok Pesantren, beliau mempunyai cita-cita agar Pondok Pesantren yang didirikannya dapat berkembang dan diteruskan oleh putra putrinya. Maka beliau memondokkan putra-putrinya agar mereka dapat menjadi kader-kader penerus perjuangannya dalam menegakkan dan menyebarkan agama Islam di masyarakat.

Nasab dari jalur Ibu
Asal-u

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+