KH. Ma’shum Ali Seblak Ulama Nahdlatul Ulama Jombang Jawa Timur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Teladan
5. Karya-Karya
6. Chart Silsilah Sanad
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ma’shum bin Ali bin Abdul Muhyi Al-Maskumambangi atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Ma’shum Ali lahir pada tahun 1305 H. atau bertepatan pada tahun 1887 M. di Desa Maskumambang, Kecamatan Kawedanan Sedayu, Kabupaten Gresik. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Ali dengan Nyai Muhsinah. Saudara beliau di antaranya, KH. Muhammad Mahbub, KH. Adlan Aly, Nyai Mus’idah, dan Nyai Rohimah.
Ayah beliau merupakan putra dari KH. Abdul Muhyi berasal dari Desa Dukun Sedayu, Gresik, Sedangkan ibunya Nyai Muhsinah putri dari KH. Abdul Djabbar Maskumambang, pendiri Pondok Pesantren Maskumambang.
1.2 Riyawat Keluarga
Karena kecerdasannya dalam berbagai bidang ilmu semasa di Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Hasyim Asy’ari ingin menjadikan KH. Ma’shum Ali generasi penerus dengan menikahkan putri keduanya yaitu Nyai Hj. Khairiyah.
Pernikahan KH. Ma’shum Ali dengan Nyai Hj. Khairiyah Hasyim, dikaruniai sembilan anak. Putra-putri beliau yaitu, Nyai Hamnah, Kyai Abdul Jabbar, Nyai Abidah, Kyai Ali, Nyai Djamilah, Nyai Mahmud, Nyai Karimah, Kyai Abdul Aziz, dan Nyai Azizah.
Namun takdir menentukan lain, yang hidup sampai dewasa hanya dua orang yaitu Nyai Abidah dan Nyai Djamilah. Sementara ketujuh saudaranya meninggal dunia di saat kecil, alhasil kedua putri beliau berperan penting dalam meneruskan Pondok Pesantren Seblak.
1.3 Wafat
KH. Ma’shum Ali wafat setelah sebelumnya menderita penyakit paru-paru, tanggal 24 Ramadhan 1351 H atau 8 Januari 1933 M, beliau wafat pada usia 46 tahun. Wafatnya KH. Ma’shum merupakan ”musibah besar” terutama bagi santri Tebuireng, karena beliaulah satu-satunya ulama yang menjadi rujukan dalam segala bidang keilmuan setelah Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau dimakamkan di kompleks pemakaman Pesantren Tebuireng, Cukir, Jombang.
Hingga kini, belum ada seorang ulama pun yang mampu menggantikannya. Semoga segala amalnya diterima oleh Allah SWT dan apa yang diti
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
