KH. Musthofa lahir pada Tahun 1930 M di Desa Tambakrejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4. Teladan
5. Karomah
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Musthofa lahir pada tahun 1930 M di Desa Tambakrejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Beliau merupakan putra dari KH. Sholahuddin bin Adurrahman bin Maqbul bin Yusuf bin Yusuf Al Mulaqqob (Bujuk Song). Ayahanda KH. Musthofa adalah sosok Kyai yang dikenal istiqomah dalam beribadah sekaligus juga dermawan.
Diceritakan putra dari KH. Musthofa, yang juga bernama KH. Musthofa, bahwa Ayah KH. Musthofa memang sosok yang disiplin dan tegas. Sejak kecil, Kyai Musthofa dididik agar rajin beribadah, baik shalat maupun mengaji. Bahkan, KH. Sholahuddin tak segan-segan menghukum KH. Musthofa jika kedapatan tidak mengaji.
“Pernah suatu ketika usai menghukum ayah saya, kakek (KH. Sholahuddin) bermimpi bertemu datuknya, yaitu Sayyid Yusuf bin Yusuf. Dalam mimpinya, kakek bertemu dengan Sayyid Yusuf sambil menggandeng tangan KH. Mustofa seraya memperlihatkan dada dan punggung beliau yang penuh tulisan QS.Yasin. Tapi, meskipun telah mendapat isyaroh mimpi yang merupakan tanda-tanda kelak ayah saya akan jadi seorang yang alim dan mulia, namun kakek tetap memberikan pendidikan yang disiplin dan pengawasan penuh,” cerita KH. Musthofa bin Musthofa di kediamanya, Jum’at (30/6).
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Musthofa menikah dengan Nyai Marhamah binti Abdulloh Umar, adik KH. Abdul Hamid bin Abdulloh bin Umar, Pasuruan. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua putra dan lima putri.
1.3 Wafat
Di awal tahun 1971 M, sakit yang diderita oleh KH. Musthofa semakin parah. Sampai pada satu hari menjelang wafat, beliau mengutarakan keinginannya bertemu dengan KH. Mas’ud bin Said yang akrab dipanggil Gus Ud dari Pager Wojo, Buduran, Sidoarjo.
Bergegaslah adik kandung KH. Musthofa, yaitu KH. Nur Fadhlulloh (Kyai Fadol) untuk menjemput Gus Ud. Sesampainya di kediaman Gus Ud, Kyai Fadol langsung menemuinya dikamarnya dan menyampaikan keinginan dari sang kakakanya.
Namun akhirnya KH. Musthofa wafat pada hari Rabu sore pukul 15.00 (Istiwa’), tepatnya tanggal 7 Dzulhijjah 1390 H/3 Februari 1971. KH. Musthofa wafat di usia 41 tahun meninggalkan seorang istri yang saat itu hamil 6 bulan, 2 putra dan 5 putri.
Makam beliau berada di kompleks pemakaman keluarga besar yang letaknya di Dusun Jatirejo, Desa Tambak, Kecamatan Lekok, K
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

