Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Amir Idris Pekalongan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Amir Idris Pekalongan

1875 – 1903 M · 9.953 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Amir Idris beliau adalaha ulama Pekalongan yang berjasa mendirikan PCNU di Kabupaten Pekalongan

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Jasa dan Karier
4.1       Jasa Beliau
4.2       Karier Beliau
5          Referensi

6          Chart Silsilah Sanad

1  Riwayat Hidup dan Keluarga

 1.1  Lahir
M. Amir adalah nama kecil KH. Amir Idris yang merupakan putra dari pasangan KH. Idris dan Nyai Soimah. Beliau lahir di desa Mundu Cirebon pada tahun 1294 H./1875 M. Semenjak kecil beliau belajar mengaji kepada sang ibunda Nyai Soimah, beliau diajari membaca al-qur’an, safinah, sulam taufiq, dan lain-lain.

Ketika beliau disuruh sang ayah membaca al-qur’an ternyata belum lancar, akhirnya oleh sang ayah beliau dihajar dan di pukuli. Kejadian tersebut menjadikan beliau pergi dari rumah, tidak akan pulang dan mengaji, jika tidak diberangkatkan ke Mekkah. Terbesit pula sebuah cita-cita luhur di hati sang ayah yang ingin mempunyai seorang putra yang pintar dan alim, akhirnya sang ayah menjual sebidang tanah untuk membiayai putranya (KH. Amir) berangkat ke Mekkah.

 1.2  Riwayat Keluarga
Setelah cukup lama di Mekkah, beliau di suruh pulang ke tanah air untuk di nikahkan dengan Nyai Sukainah putri KH. Utsman Gedongan Indrapura Cirebon. Dari pernikahannya dengan nyai Sukainah tidak dikaruniai keturunan dan berakhir dengan perceraian secara baik-baik. Pernikahan kedua kali dengan putri KH. Sholeh Darat Semarang yang bernama R.A. Zahro (seorang janda mantan istri KH. R Dahlan Tremas). Pernikahannya dilaksanakan di Mekkah atas perintah KH. Sholeh dan KH. Mahfudz Tremas.

Dari pernikahannya dengan Nyai R.A. Zahro dikaruniai seorang putri yang bernama Siti Aisyah. Sepulang dari Mekkah KH. Amir Idris diminta oleh KH. Sholeh untuk membantu mengasuh para santri di pondok pesantren Darat Semarang, bekas peninggalan KH. Murtadlo. Cukup lama KH. Amir Idris bermukim di Darat Semarang sampai KH. Sholeh wafat pada tahun 1903 M. Tetapi tidak berselang lama ternyata Allah menghendaki untuk mengambil R.A. Zahro, putri Kyai Sholeh Darat ysng merupakan istri KH. Amir Idris.

Setelah KH. Amir Idris ditinggal wafat istrinya, KH. Amir Idris selama bermukim di Semarang sering sakit-sakitan. Sehingga kemudian dengan berat hati KH. Amir Idris harus meninggalkan Semarang pindah ke Pekalongan bersama putrinya Siti Aisyah mendirikan pondok pesantren yang pertama di Pekalongan. Pernikahan ketiga kali dengan putri KH. Sulaiman Bulu Semarang seorang saudagar kaya yang bernama Nyai Sa’diyah.

Dari pernikahan ini beliau dikaruniai lima putra dan dua putri

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+