Abdul Karim dilahirkan tanggal 30 Septenber 1919 M./1338 H, di Tebuireng. Dengan nama kecil Abdul Majid, sejak kecil Abdul Karim dididik langsung oleh kakaknya, Kiai Wahid Hasyim, serta kakak iparnya, Kiai Baidlawi.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Karier
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Majid atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Abdul Karim Hasyim lahir pada tanggal 30 September 1919 M/1338 H di Tebuireng, Jombang. Beliau merupakan putra ketujuh dari pasangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Nyai Nafiqoh.
Saudara-saudara beliau di antaranya KH. Wahid Hasyim, Nyai Hannah, Nyai Khairiyah, Nyai Aisyah, Nyai Azzah, KH. Abdul Wahid, KH. Abdul Hakim (Abdul Khalik), KH. Abdul Karim, KH. Ubaidillah, Nyai Mashurroh, dan KH. Muhammad Yusuf.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia, KH. Abdul Karim Hasyim menikah dengan Nyai Masykuroh, putri seorang kyai yang kaya raya di Jombang. Buah dari pernikahan beliau dikaruniai empat orang anak, yaitu, KH. Muhammad Nasir, Nyai Lilik Nailufari, KH. Muhammad Hasyim, dan Nyai Lilik Nafiqoh.
1.3 Wafat
Pada tahun 1972, ketika KH. Abdul Karim Hasyim menunaikan ibadah haji bersama Kyai Idris Kamali dan keluarga Pesantren Seblak, Kyai Karim menderita sakit yang diakibatkan oleh perubahan cuaca. Setelah beberapa hari dirawat, akhirnya nyawa beliau tidak bisa tertolong lagi. KH. Abdul Karim Hasyim meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 1972 dan jenazahnya dimakamkan di Kota Makkah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Sejak kecil KH. Abdul Karim Hasyim dididik langsung oleh kakaknya, KH. Wahid Hasyim, serta kakak iparnya, Kyai Baidlawi. Beliau terkenal sebagai anak yang rajin belajar.
Masa pendidikan beliau lebih banyak dihabiskan di Tebuireng. Beliau tercatat sebagai salah seorang siswa pertama Madrasah Nidzamiyah yang didirikan kakaknya, Kyai Wahid Hasyim.
2.1 Guru-Guru
1. KH. Hasyim Asy'ari
2. KH. Wahab Chasbullah
3. KH. Bisri Syansuri
4. KH. Wahid Hasyim
5. KH. Baidlawi
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
Selama Kyai Wahid Hasyim menjadi pengasuh Tebuireng, Kyai Abdul Karim Hasyim sudah dipercaya sebagai wakil beliau sejak tahun 1947. Di kalangan pesantren, Kyai Karim terkenal sebagai ahli bahasa dan sastra Arab. Beliau juga produktif menulis dengan nama samaran Akarhanaf, singkatan dari Abdul Karim-Hasyim-Nafisah.
Ketika KH. Wahid Hasyim diangkat menjadi Menteri Agama, kepemimpinan Pesantren Tebuireng menjadi kosong sehingga keluarga besar Bani Hasyim memilih KH. Abdul Karim Hasyim sebagai penggantinya. KH. Abdul Karim Hasyim resmi menjadi pengasuh Tebuireng sejak tanggal 1 Januari 1950 M.
Selama satu tahun memimpin Pondok Pesantren Tebuireng, Kyai Karim banyak melakukan reorganisasi dan revitalisasi sistem madrasah. Pada masa kepemimpinannya, madrasah-madrasah di berbagai pesantren sedang mengalami masa-masa suram. Dikatakan suram karena sejak penyerahan Kedaulatan RI dari pemerintah Belanda kepada pemerintah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

