KH. Hasan Thuba Muhammad lahir pada Hari Sabtu Pahing jam 11.30 siang tanggal 4 Dzulhijjah 1369 dan bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 1950 di desa Arjawinangun (tepatnya di blok pesantren) kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Hasan Thuba Muhammad lahir pada hari Sabtu Pahing, jam 11.30 siang tanggal 4 Dzulhijjah 1369 atau bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 1950 di Desa Arjawinangun (tepatnya di blok pesantren) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Muhammad dengan Nyai Ummu Salmah. Ibunya adalah putri KH. Syathori pengasuh Pondok Pesantren Arjawinanngun Cirebon, Jawa Barat. Sementara ayahnya, KH. Muhammad adalah putra H. Asyrofuddin dan Hj. Zainab, menurut keterangan bahwa H. Asyrofuddin adalah seorang keturunan Gujarat India yang hijrah ke Semarang.
KH. Hasan Thuba adalah putra pertama dari KH. Muhammad dan berikut ini adalah putra-putri KH. Muhammad:
1. KH. Hasan Thuba Muhammad, pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Tanggir Jawa Timur.
2. KH. Husein Muhammad, pengasuh Pesantren Dar el Salma Arjawinangun Cirebon.
3. KH. Dr. Ahsin Sakho Muhammad, pengasuh Pesantren Dar Al-Qur`an Kebon Baru Arjawinangun Cirebon.
4. Nyai Hj. Ubaidah Muhammad, pengasuh Pesantren Lasem Jawa Tengah.
5. KH. Mahsun Muhammad M.A, pengasuh Pesantren Dar Al-Tauhid Cirebon.
6. Nyai Hj. Azzah Nur Laila, pengasuh Pesantren HMQ Lirboyo Kediri.
7. KH. Salman Muhammad, pengasuh Pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur.
8. Nyai Hj. Faiqoh, pengasuh Pesantren Langitan Tuban Jawa Timur.
Semua saudara beliau yang menjadi pengasuh di banyak pesantren menunjukkan bahwa mereka merupakan keturunan keluarga yang peduli terhadap pendidikan agama dan pesantren. Hal ini bisa dilihat dari figur kakek mereka KH. Syathori yang giat memperjuangkan pendidikan dengan menggunakan sistem pendidikan madrasah, padahal pada waktu itu sistem pendidikan madrasah belum banyak digunakan oleh pesantren.
1.2 Riwayat Keluarga
Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu di Makkah, KH. Hasan mengabdikan diri
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

