Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Nahduddin Royandi Abbas, Pengasuh Pesantren Buntet Cirebon
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Nahduddin Royandi Abbas, Pengasuh Pesantren Buntet Cirebon

1935 – 2018 M · 15.419 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Nahduddin Royandi Abbas senantiasa mengingatkan pentingnya ikhlas, jujur, dan tawadlu. Pesan itu disampaikan berulang kali dalam setiap momen. Tiga hal itu, sepertinya, pondasi penting Mbah Din dalam berkehidupan.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Dakwah di London

4.    Teladan
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Nahduddin Royandi Abbas atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Din lahir pada tahun 1935 di Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Beliau merupakan putra dari KH. Abbas Abdul Jamil dari istrinya yang kedua Nyai Hajjah I’anah.

1.2 Wafat
Sesepuh Pondok Pesantren Buntet, KH. Nahduddin Royandi Abbas menghembuskan nafas terakhir di Barnet Community Hospital, London, Inggris, Rabu 25 Maret 2018, beliau wafat pada usia ke-84 tahun.

Sebelum wafat, Mbah Din bermimpi bertemu dengan ayahnya, KH. Abbas bin Abdul Jamil. Seperti diketahui, KH. Abbas merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Pahlawan Nasional.

Cucu dari Mbah Din, KH. Jimmy Mu’tashim Billah atau Kang Nemi mengatakan, sebelum dirawat, Mbah Din bermimpi bertemu dengan ayahandanya Kyai Abbas, pertemuannya pun diantar kakak-kakaknya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Pendidikan beliau dimulai dari lingkungannya sendiri di Pondok Pesantren Buntet. Sebagai anak bungsu, beliau bersama kakak-kakaknya melanjutkan pendidikannya dengan mondok di Pesantren Lirboyo, dalam asuhan KH. Abdul Karim. Saat mondok di Lirboyo, konon ada satu kisah, saat beliau bermain, KH. Abdul Karim sungkan mengganggunya mengingat beliau salah satu putra Kyai Abbas, sosok penting pendirian Pondok Pesantren Lirboyo.

Selepas itu, beliau merantau jauh ke Makkah Al-Mukarromah. Di sana, beliau mengaji pada Musniduddunya Syekh Yasin Al-Fadani dan Syekh Hamid Al-Banjari.

Beliau selalu diajaknya makan bersama, baik di kediaman Syekh Yasin ataupun Kyai Dahlan. Bukan saja belajar ilmu pengetahuan, tetapi, beliau belajar kehidupan dari dua sosok alim tersebut. Hal paling berkesan bagi Mbah Din tentang sosok Kyai Dahlan adalah kesabarannya. Kyai asal Kediri itu saban pagi mengetuk pintu kamar santrinya, lalu mengajaknya sarapan bersama.

Hal tersebut tetap dilakukan manakala beliau umrah bersama putranya. Saat itu entah tahun berapa, beliau bersama putranya mampir ke nda

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+