Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Pesantren Al Falah Ploso Kediri
✓ Terverifikasi Tim Riset

Pesantren Al Falah Ploso Kediri

207.169 kali dibaca · Pesantren

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Pada 1 Januari 1925, KH. A. Djazuli Usman mendirikan sebuah madrasah dan pondok pesantren. Ia memanfaatkan serambi Masjid untuk kegiatan belajar mengajar para santri. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A.Djazuli membengkak menjadi 100 orang.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Profil
Pada 1 Januari 1925, KH. A. Djazuli Utsman mendirikan sebuah madrasah dan pondok pesantren. Ia memanfaatkan serambi Masjid untuk kegiatan belajar mengajar para santri. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A.Djazuli membengkak menjadi 100 orang.

Masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso pada awalnya tergolong masyarakat abangan (jauh dari agama). Ketika awal berdiri, banyak masyarakatnya mencemooh Pondok Pesantren Al-Falah. Apalagi para pejabat dan bandar judi, yang setatus quonya mulai terganggu. Mereka sering menyebarkan isu-isu sesat terhadap pondok pesantren ini.

Fenomena semacam itu memang menjadi tantangan berat bagi pesantren yang menjadi pusat kegiatan simakan Al-Qur’an Mantab ini. Namun para pengurusnya tidak merasa gentar. Justru tantangan itu membulatkan tekad mereka untuk mengubah masyarakat abangan, menjadi masyarakat yang islami. Hasilnya seperti sekarang ini. Pesantren terus berkembang, dan kehidupan Islami tercipta dengan sendirinya di sekitar pondok pesantren.

Pondok pesantren yang letaknya di tepi Sungai Berantas ini banyak mengambil keuntungan dari letak geografis tersebut. Sungai yang terkenal deras airnya dan terus mengalir sepanjang musim banyak memberikan kehidupan para santri serta para masyarakat sekitarnya. Di pinggir sungai inilah terletak Desa Ploso, 15 km arah selatan dari Kediri. Potensi wilayah seperti ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Umumnya mereka memanfaatkan tanah yang subur di tepi Sungai Berantas untuk bercocok tanam.

Sejarah
Pesantren Al Falah merupakan Pondok Pesantren Salaf yang berada di Kota Kediri. Pesantren Al Falah didirikan oleh KH. Ahmad Jazuli Utsman pada tahun 1925, dan sampai saat ini masih menjaga eksistensinya sebagai pondok pesantren salaf.

Pada per tengahan tahun 1924, dengan satu masjid dan seorang santri bernama Muhammad Qomar, yang tidak lain adalah kakak
iparnya sendiri, Haji Djazuli mulai merintis pesantren. Beliau meneruskan pengajian untuk anak-anak desa sekitar Ploso yang
sudah dimulainya dengan pulang pergi sejak masih berada di Karangkates.

Jumlah murid pertama yang ikut mengaji ±12 orang. Di penghujung tahun 1924 itu seorang santri Tremas bernama Abdullah Hisyam asal Kemayan (± 3 km selatan Ploso) datang bertamu kepada Haji Djazuli sambil membawa salam dan surat-surat dari sahabat lamanya di Tremas. Pada akhirnya Hisyam melanjutkan belajarnya kepada Kyai Djazuli yang memang sudah dikaguminya semenjak di Tremas.

Berbekal tekad yang kuat, pada tanggal 1 Januari 1925 Kyai Djazuli mengajukan surat permohonan pemantauan kepada pemerintah Belanda untuk lembaga baru yang kemudian dikenal dengan nama Al Falah. Karena Madrasah tersebut belum punya gedung maka tempat belajarnya menggunakan serambi masjid. Inilah awal keberangkatan Haji Djazuli menjadi seorang Kyai di usia yang masih muda 25 tahun.

Di antara santri-santri pertama yang menetap adalah H. Ridwan Syakur, Baedlowi dan Khurmen, ketiganya dari Sendang Gringging ditambah H. Asy'ari dan Berkah dari Ngadiluwih. Saat suasana sudah terasa ramai dan masjidpun terasa sesak, Kyai Djazuli merencanakan pembangunan sebuah gedung Madrasah. Beliau mengayuh sepeda berpuluh-puluh kilometer sampai Kediri, Tulungagung, Trenggalek dan terkadang ke Blitar, guna mencari donator pembangunan.

Dipimpin oleh seorang tukang bangunan bernama Hasan Hadi, seluruh santri bahu membahu bergotong royong, begitu juga Kyai dan Ibu Nyai. Sampai pembangunan sudah layak untuk ditempati, tinggalah semen untuk lantai yang tak terjan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+