DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
KH. Ma'shum bin Syamsuddin mungkin tidak begitu familiar di masyarakat luas. Namun Mbah Ma'shum bukan orang sembarangan, beliau merupakan sosok Kyai pertama yang mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.
Beliau lahir sekitar tahun 1868 sebagai anak bungsu pasangan H. Ahmad dan Qosimah, dan silsilahnya beliau masih punya hubungan darah dengan Sultan Minangkabau, bersambung hingga ke Rasulullah SAW.
KH. Madiyani Iskandar adalah pendiri Jamiyah Istighotsah di Gadingrejo, pelopor Khataman Bin-Nazhar di Wilayah Gadingrejo (bersama dengan Ustadz Najib (alm) dan Ustadz Salim (alm), dan penasihat ISHARI Ranting Gadingrejo.
KH. Mahfudz Amin Ulama Nahdlatul Ulama Pamangkih Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan
Setelah belajar sekitar 13 tahun di Pesantren An Nida, KH. Mahfudz Asirun pun meminta izin kepada Syekh Muhajirin untuk benar-benar pulang kampung untuk melanjutkan dan mengembangkan ta’lim yang sudah beliau rintis sejak lama.
KH. Mahfudz Kholil, lahir tahun 1926, adalah putera ke-4 dari pasangan KH. Kholil Asy’ari dan Nyai Halimah binti KH. Moh Thohir, Bungkuk, Singosari, Malang.
KH. Mahfudz Ma’shum Ulama Nahdlatul Ulama Gresik Jawa Timur
KH. Mahfudz Ridwan Ulama Nahdlatul Ulama Gedangan Kab. Semarang Jawa Tengah