Mengapa Rasulullah SAW Sangat Khawatir terhadap Kaum Ekstrem?
Laduni.ID, Jakarta - Salah satu tantangan besar yang dihadapi Rasulullah SAW dalam berdakwah bukan hanya penolakan dari kaum musyrik, tetapi juga munculnya orang-orang yang memahami agama secara berlebihan, tergesa-gesa, dan kehilangan keseimbangan. Cara berpikir seperti ini dalam literatur Islam dikenal sebagai sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama.
Dalam sebuah pengajian, Gus Baha (KH. Bahauddin Nursalim) menjelaskan bahwa akar persoalan ekstremisme bukan sekadar pada semangat beragama, melainkan pada cara berpikir yang tidak tertib. "Rasulullah pusing menghadapi orang-orang ekstremis. Karena apa? Cara berpikir orang ekstremis lompatannya tidak tertib. Jadi Nabi cara berpikir itu kecerdasan nubuwah. Sementara orang ekstrem cara berpikir itu kecerdasan nafsu, bukan kecerdasan manusia."
Pernyataan Gus Baha mengajak kita memahami bahwa Islam tidak hanya mengajarkan semangat beribadah, tetapi juga cara berpikir yang jernih, proporsional, dan berlandaskan ilmu.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp31.500
Rp610.000
Rp169.900
Rp749.000
Memuat Komentar ...