Tekno & Disruption

 

Pesantren dan Perubahan? Begini Jawaban KH. Husein Muhammad!

Beberapa orang melihat kepadaku. Lalu aku "nyeletuk", "Manakala kita bertahan menutup pikiran dan hati kita, dan menolak perubahan, niscaya kita akan ditinggalkan zaman. Pengetahuan kita juga tidak berkembang. Dan dengan berjalannya waktu kita akan menjadi komunitas primitif". He he he

Peneliti Jepang: Air Kristal Zamzam Unik dan Tiada Duanya

Laduni.ID Jakarta – Pada Tahun 1908 dan 1973, sejumlah analisis kimiawi melakukan analisis air zamzam Makkah untuk membuktikan bebas dari kuman dan polutan.

Serba-Serbi Iron Dome: Teknologi Pertahanan Udara Israel Paling Efektif

Iron Dome memang bagus untuk melindungi warga tapi tetap itu tidak mengubah keadaan konflik. Israel tetap melancarkan serangan udara dan kemungkinan mengerahkan pasukan darat melawan Hamas.

Integrated Database untuk NU

Perlunya integrasi database adalah untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam menjalankan operasional manajemen organisasi.

Bob dan Alice: Dua Robot yang Mampu Bicara Sendiri Namun Akhirnya Dimatikan

Pada awalnya kedua agen tersebut diminta untuk berkompetisi satu sama lain agar kemampuannya meningkat. Namun, kesalahan dalam program membuat mereka memutuskan bahwa berbicara seperti manusia tidak menguntungkan.

Menggenggam Dunia Dengan Kreativitas

Di era 4.0, kreativitas menjadi modal utama yang perlu dimiliki pada setiap individu.

Kreatif di Era Disruptif

Di era saat ini semua hal dapat terdampak disruptif, kecuali mereka yang dapat berpikir kreatif dan inovatif. Artinya jika semua individu mampu untuk berpikir kreatif dan inovatif maka mereka akan tetap bertahan.

Begini Cara Aplikasi di Ponsel ‘Bocorkan’ Data Penggunanya

Pada akhir Januari 2021 lalu, Apple memperingati “A Day in the Life of Your Data”.  Pada peringatan itu, Apple mengungkap bahwa informasi pribadi dikumpulkan dari aktivitas sehari-hari.

Di Era Industri 4.0, Indonesia Bisa Ungguli Kecanggihan Jepang

Dalam konteks revolusi 4.0, modal itu akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang lebih canggih dari Jepang. Apakah modal itu?

Bukti Ilmiah Keampuhan Air Barokah

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu.