Biografi KH. Ahmad Muzammil, Pendiri Pesantren Rohmatul Ummam Kab. Bantul
KH. Ahmad Muzammil, Pendiri Pesantren Rohmatul Ummam, Kab. Bantul.
KH. Ahmad Muzammil, Pendiri Pesantren Rohmatul Ummam, Kab. Bantul.
Drs. KH. Mudrik Qori, M.A., lahir pada 14 Agustus 1963, merupakan putra dari pasangan KH. Ahmad Qori Nuri bin KH. Muhammad Nur bin Naidain bin Wasim bin Tunggal dan Nyai Hj. Ghuzlan binti H. Syarifuddin.
KH. Ahmad Idris Marzuqi, merupakan ulama kharismatik sekaligus pengasuh ke-4 Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, beliau putra dari KH. Marzuqi Dahlan dan Bu Nyai Maryam.
KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang biasa disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul lahir pada malam Rabu 27 Muharram 1361 H atau bertepatan dengan 11 Februari 1942 M di Desa Tunggulirang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan.
KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) adalah seorang tokoh ulama besar Nahdlatul Ulama berasal dari Rembang, selain sebagai seorang pengasuh Pesantren Raudlotuh Tholibin beliau juga seorang budayawan, dan cendikiawan multitalenta dengan melahirkan berbagai karya-karya seni, dan kaligrafi.
KH. Kasyful Anwar lahir di Bangil, pada tahun 1944 dari pasangan Tuan Guru Bangil dengan Hj. Bintang binti H. Abdul Aziz. Saudara-saudara KH. Kasyful Anwar di antaranya KH. Kasyful Anwar, disusul Zarkoni, Abdul Basit, Malihah, dan Khalwani.
KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah lahir 5 Agustus 1981, di Desa Adiluhur, Jabung, Lampung Timur Lampung. Beliau merupakan keturunan ke-9 Kiyai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari,Β Ponorogo.
Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si., atau yang biasa dipanggil dengan Bu Ida lahir pada 4 Agustus 1952 di Kanggotan, Bantul, Yogyakarta. Beliau merupakan putri dari pasangan KH. Abdurrohman sosok Kyai yang aktif di Mabarot, dengan Ibu, Hj. Aisyah, sosok Nyai yang aktif di Muslimat NU.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada KH. R. As'ad Syamsul Arifin melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 90/TK/2016 tentunya menegaskan keterlibatan para ulama NU dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KH. Nur Khotib Trenggalek, Beliau lahir pada tanggal 3 Agustus 1951 di Desa Kamulan. Beliau adalah putra ke-6 dari pasangan KH. Abdul Rohim dan Ibu Nyai Amilah.