DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Prof. Dr. KH. Abd. A'la Basyir lahir pada 5 September 1957 di Sumenep. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Ah. Basyir dengan Nyai Hj. Umamah Makkiyah Pengasuh di Pondok Annuqayah Latee, Guluk Guluk, Semenep.
Setelah wafat ayahnya, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur melanjutkan kepengasuhan pondok pesantren ayahnya. Saat ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat telah memiliki memiliki kurang lebih 12.000 santri, dan memiliki berbagai pendidikan baik formal maupun nonformal.
Di sela-sela kesibukan sebagai pengasuh Pesantren Futuhiyyah nDalem, Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A juga giat mengajar. Di Pesantren Futuhiyyah, khususnya blok Pesantren Darul Mawa
Prof. Dr. KH. Abdul Mukti Ali lahir pada 23 Agustus 1923 di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Beliau merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara, dari pasangan KH. Idris dan Bu Mutiah.
Ciri khas NU lainnya adalah isi kajian Buya Syakur lebih mengutamakan kehidupan bermuamalah di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Pada tahun 1989, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub., M.A bersama keluarganya mendirikan Pesantren Darussalam di desa kelahirannya, Kemiri, Batang.
Prof. Dr. KH. Ali Yafie dilahirkan di Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 September 1926 atau 23 Shafar 1345. Pada bulan ketika dilahirkan itu, muktamar NU pertama diselenggarakan. Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara, yakni As’ad, Muzainah, Ali Yafie, Manarussana, dan Amira.
Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim lahir pada tanggal 26 Juni 1941 di Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon. Beliau merupakan putra dari pasangan Nyai. Hj. Karimah dan KH. Hasyim Manshur.
Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag Ulama Nahdlatul Ulama Semarang Jawa Tengah
Prof. Dr. KH. Maghfur Usman tidak hanya sosok kiai NU Indonesia, tetapi juga intelektual Muslim Indonesia yang mendedikasikan dirinya di negara Malaysia dan Brunei Darussalam. Kiprah intelektualnya sudah jelas bertaraf internasional.