Asbabun Nuzul Surat An-Nur Ayat 33

Ayat ini turun sebagai teguran kepada seorang munafik bernama ‘Abdulla>h bin Ubay bin Salu>l yang memaksa kedua budak perempuannya untuk melacur.

  1. عَنْ جَابِرٍ أَنَّ جَارِيَةً لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيٍّ ابْنِ سَلُولَ يُقَالُ لَهَا مُسَيْكَةُ وَأُخْرَى يُقَالُ لَهَا أُمَيْمَةُ فَكَانَ يُكْرِهُهُمَا عَلَى الزِّنَى فَشَكَتَا ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ (وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ... إِلَى قَوْلِهِ: غَفُورٌ رَحِيمٌ). (1)

    Ja>bir (bin ‘Abdulla>h) bercerita bahwa ‘Abdulla>h bin Ubay bin Salu>l memiliki dua budak perempuan bernama Musaikah dan Umaimah. Dia memaksa mereka untuk melacur. Mereka lalu mengadu kepada Rasulullah s}allalla>hu ‘alaihi wasallam. Allah lalu menurunkan firman-Nya, wala> tukrihu> fataya>tikum ‘alal-biga>’i … hingga firman-Nya, gafu>rur-rah}i>m.

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Diriwayatkan oleh Muslim, S{ah}i>h}} Muslim, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b Qaulihi> Ta‘a>la> wa la> Tukrihu> Fataya>tikum ‘ala> al-Biga>’, hlm. 2320, hadis nomor 3029.