Biografi Syekh Muhammad Akib Bin Hasanuddin

 
Biografi Syekh Muhammad Akib Bin Hasanuddin

Daftar Isi Profil Syekh Muhammad Akib Bin Hasanuddin

  1. Kelahiran
  2. Nasab
  3. Wafat
  4. Pendidikan
  5. Mursyid Tarekat

Kelahiran

Syekh Muhammad Akib atau yang kerap disapa dengan panggilan Datuk Akib lahir pada tahun 1760, di Palembang. Beliau merupakan putra sulung dari enam bersaudara, dari pasangan Kgs. Muhammad Khalifah Gemuk dengan Ibunda Syarifah Habibah binti Sayyid Muhammad bin Amir Toyib Jamalullail.

Nasab

Nasab Datuk Akib dari jalur ayahnya sampai kepada Sunan Gunung Jati. Nasab beliau diantaranya,  Syekh Muhammad Akib bin Kgs. Hasanuddin bin Khalifah Jakfar bin Kgs. Muhammad Khalifah Gemuk bin Ki. Bodrowongso bin Pangeran Fatahillah Gunung Jati, nasabnya bersambung kepada Rasulullah Saw.

Wafat

Syekh Muhammad Akib wafat pada hari Selasa, 29 R. Akhir 1265 H atau 1849. Pemakamannya dikenal dengan sebutan keramat Gubah Datuk di 24 ilir dan sering diziarahi penduduk. Sedang namanya diabadikan oleh pemerintah menjadi nama sebuah jalan yang melintas di kampung 19 dan 22 ilir Palembang. Hingga kini namanya juga tertulis degan tinta emas dalam kitab-kitab sanad keilmuan, diantaranya dalam karya-karya Syekh Muhammad Yasin al-Padani, dan lain-lain.

Pendidikan

Syekh Muhammad Akib memulai pendidikannya dengan belajar agama kepada ayahnya sendiri dan para ulama Palembang terkemuka saat itu. Ayahnya selain ulama juga seorang bangsawan yang menjabat sebagai Panglima Kesultanan Palembang Darussalam. Sedangkan bibinya, Nyayu Badariah binti Khalifah Jakfar menjadi mertua Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, karena menikah dengan putrinya Nys. Naimah.

Selanjutnya ia meneruskan studinya ke tanah suci. Guru utamanya pada waktu itu ialah Syekh Abdus Somad al-Palembani, seorang khalifah Syekh Muhammad Samman al-Madani. Mempelajari tasawuf dan mengambil ijazah Tarekat Sammaniyah. Aqib juga kemudian dikenal sebagai faqih, ahli hadis, sanad, pengobatan serta hafiz al-Qur'an. Bahkan ia mendapat kehormatan menjadi imam di Masjid Nabawi Madinah.

Mursyid Tarekat

Setelah pulang ke Palembang, bersama keluarganya ia menetap di Guguk Pengulon di lingkungan Masjid Agung, menjadi imam besar, dan menjadi Mursyid Tarekat Sammaniyah. Melalui beliaulah Tarekat Sammaniyah berkembang dengan pesatnya dilingkungan keraton dan masyarakat umum. Banyak sekali muridnya yang datang dari luar kota untuk mengambil ijazah kepadanya. Ia mengangkat beberapa khalifah untuk meneruskan kemursyidan Tarekat Sammaniyah, diantara ialah: Syekh Sayid Hasyir Jamalullail, Syekh Abdullah bin Makruf, dan Syekh Kgs. H. Abd. Malik (putranya).

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya