Biografi KH. Miftachul Akhyar

 
Biografi KH. Miftachul Akhyar

Daftar Isi Profil KH. Miftachul Akhyar

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Mengasuh Pesantren
  5. Kiprah di NU
  6. Teladan

Kelahiran

KH. Miftachul Akhyar lahir pada tahun 1953. Beliau merupakan putra kesembilan dari tiga belas bersaudara, dari KH. Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

Ayah KH. Miftachul Akhyar merupakan karib KH. M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada KH. Romli di Rejoso, Jombang.

Keluarga

KH. Miftachul Akhyar adalah sosok yang memiliki penguasaan ilmu agama luas dan hal ini membuat kagum Syekh Masduki Lasem, sehingga beliau diambil menantu oleh oleh gurunya yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur.

Pendidikan

Sejak kecil KH. Miftachul Akhyar tumbuh dalam didikan ayahandanya, beliau belajar berbagai disiplin ilmu agama kepada ayahnya. Setelah selesai belajar kepada ayahnya, beliau melanjutkan belajar ke beberapa pondok pesantren diantaranya, Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Pondok Pesantren Rejoso, Jombang, Jawa Timur, Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur,  Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah, Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

Mengasuh Pesantren

KH. Miftachul Akhyar adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, sebuah paku bumi bagi kota Surabaya, ibukota Jawa Timur dengan penduduk yang mayoritas nahdliyin.

Kiprah di NU

KH. Miftachul Akhyar merupakan individu yang lahir dan besar dari tradisi dan rela mengabdi di Nahdlatul Ulama sejak muda. Berikut adalah jabatan beliau di Nahdlatul Ulama:

  1. Rais Syuriyah PCNU Surabaya pada tahun 2000-2005
  2. Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur pada tahun 2007-2013, 2013-2018
  3. Wakil Rais Aam PBNU pada tahun 2015-2020
  4. Rais Aam PBNU pada tahun 2018-2020
  5. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025

Kesediaan beliau menjadi Pejabat Rais Aam PBNU tersebut setelah menerima banyak permintaan tokoh senior dan terhormat di Nahdlatul Ulama, salah satunya adalah Mustasyar PBNU KH. Maimoen Zubair mengatakan telah menemui KH. Miftahul Akhyar sebanyak dua kali untuk memohon agar bersedia menduduki posisi Rais Aam PBNU.

"Bapak KH. Miftahul Akhyar selaku Wakil Ro'is 'Aam PBNU. Dan dalam hal ini saya telah menemui Bapak KH. Miftahul Akhyar dua kali memohon kepada beliau untuk bersedia menduduki Rais 'Aam PBNU," tulis KH. Maimun Zubair dalam rilis resmi ke media pada Sabtu tanggal 22 September 2018.

Teladan

KH. Miftachul Akhyar merupakan sosok kiai yang sederhana dan memiliki akhlak yang bagus, khususnya adab penghormatan kepada tamu. Beliau tidak segan-segan langsung menyuguhkan, menuangkan, mengambilkan, menyajikan makanan dan minuman melalui tangan beliau sendiri, tanpa bantuan qodim (pembantu). Hal ini adalah akhlak beliau yang meneruskan teladan akhlak dari ayah beliau yang juga belaku demikian kepada para tamunya.

 

Pengikut Beliau

  • Roni Patinasarani Roni Patinasarani