Asbabun Nuzul Surat Al-Isra' Ayat 85

Ayat ini turun berkaitan dengan penduduk Mekah (dalam riwayat lain: kaum Yahudi) yang menanyakan perihal roh kepada Nabi.

  1. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَتْ قُرَيْشٌ لِيَهُودَ: أَعْطُونَا شَيْئًا نَسْأَلُ عَنْهُ هَذَا الرَّجُلَ. فَقَالُوا: سَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ. فَسَأَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ، فَنَزَلَتْ: (وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا) قَالُوا: أُوتِينَا عِلْمًا كَثِيرًا، أُوتِينَا التَّوْرَاةَ، وَمَنْ أُوتِيَ التَّوْرَاةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا. قَالَ: وَأَنَزْلَ اللَّهُ: (قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا). (1) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرْثٍ بِالْمَدِينَةِ وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى عَسِيبٍ فَمَرَّ بِقَوْمٍ مِنْ الْيَهُودِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ سَلُوهُ عَنْ الرُّوحِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا تَسْأَلُوهُ عَنْ الرُّوحِ فَسَأَلُوهُ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى الْعَسِيبِ وَأَنَا خَلْفَهُ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْهِ فَقَالَ (وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الرُّوحِ قُلْ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا) فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ قُلْنَا لَكُمْ لَا تَسْأَلُوهُ‏. (2)

    Ibnu ‘Abba>s rad}iyalla>hu 'anhuma> berkata, “Suatu saat kaum Quraisy menanyai orang-orang Yahudi, ‘Usulkanlah kepada kami suatu pertanyaan untuk kami ajukan kepada pria ini (yakni: Nabi Muhammad)!’ Mereka menjawab, ‘Tanyailah dia tentang roh!’ Mereka lantas bertanya tentang roh kepada beliau. Terkait hal itu Allah lalu menurunkan ayat, wa yas’alu>naka ‘anir-ru>h}i qulir-ru>h}u min amri rabbi> wa ma> u>ti>tum minal-‘ilmi illa> qali>la>. Merasa tersindir oleh ayat tersebut, orang-orang Yahudi berkata, ‘Kami telah diberi ilmu yang banyak. Kami telah diberi Taurat, dan siapa saja yang telah diberi Taurat maka ia benar-benar telah mendapat kebaikan yang banyak.’ Terkait peristiwa ini diturunkanlah ayat, qul lau ka>nal-bah}ru mida>dan likalima>ti rabbi> lanafidal-bah}ru … hingga akhir ayat.”

    Ada pula riwayat lain yang mengaitkan turunnya ayat di atas dengan peristiwa berikut (2)

    Abdullah (bin Mas’ud) bercerita, “Aku berjalan bersama Rasulullah s}allalla>hu ‘alaihi wasallam di sebuah kebun kurma di Madinah. Beliau berjalan sambil memegang tongkat dari pelepah kurma. Ketika beliau berpapasan dengan sekelompok orang Yahudi, segera saja sebagian dari mereka saling berbisik, ‘Tanyailah dia tentang roh!’ Sebagian yang lain berkata, ‘Janganlah kalian menanyainya tentang roh! Setelah berdebat sejenak, pada akhirnya mereka memberanikan diri menanyakan hal itu kepada beliau. Beliau lalu berdiri sambil bersandar pada tongkat dari pelepah kurma itu, sedangkan aku berdiri di belakang beliau. Aku mengira pada saat itu beliau tengah menerima wahyu, lalu beliau pun melantunkan ayat, wa yas’alu>naka ‘anir-ru>h}i qulir-ru>h}u min amri rabbi> wa ma> u>ti>tum minal-‘ilmi illa> qali>la>. Mereka lantas saling menyalahkan, ‘Bukankah kami sudah melarang kalian menanyainya tentang roh?

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Sahih; diriwayatkan at-Tirmiz\iy, an-Nasa>’iy, Ah}mad, dan al-H{a>kim. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b wa min Su>rah Bani> Isra>’i>l, hlm. 704–705, hadis nomor 3140; an-Nasa>’iy, as-Sunan al-Kubra>, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b Tafsi>r Su>rah al-Kahf, juz 10, hlm. 167, hadis nomor 11252; Ah}mad, al-Musnad, juz 3, hlm. 56, hadis nomor 2309; al-H{a>kim, al-Mustadrak, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b Tafsi>r Su>rah Lam Yakun, juz 2, hlm. 579, hadis nomor 3961. At-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan sahih gari>b. Al-H{a>kim mengatakan sanad hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy menyetujui pendapat ini.

    (2) Ayat di atas memiliki dua sebab nuzul yang berbeda. Jika kita perhatikan, riwayat kedua menunjukkan bahwa ayat ini turun di Madinah, padahal para ulama mengatakan bahwa Surah al-Isra>’ turun di Mekah. Menurut Ibnu Kas\i>r, hal ini bisa saja terjadi. Bisa jadi ayat ini turun dua kali. Pertama, di Mekah ketika orang Quraisy bertanya kepada Nabi perihal roh atas anjuran orang-orang Yahudi, Kedua, turun di Madinah untuk kedua kalinya, yaitu ketika masalah roh kembali ditanyakan oleh kaum Yahudi. Bisa jadi pula turun kepada Nabi wahyu yang memerintahkan beliau untuk menjawab pertanyaan kaum Yahudi ini dengan ayat yang telah diturunkan sebelumnya. Lihat: Ibnu Kas\i>r, Tafsi>r al-Qur’a>n al-‘Az}i>m, juz 5, h. 114.

    (3) Diriwayatkan oleh al-Bukha>riy dan Muslim. Lihat: al-Bukha>riy, S{ah}i>h}} al-Bukha>riy, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b Wayas’alu>naka ‘an ar-Ru>h}, hlm. 1172, hadis nomor 4721; Muslim, S{ah}i>h}} Muslim, dalam Kita>b h}ifa>t al-Muna>fiqi>n, Ba>b Su’a>l al-Yahu>d an-Nabiy ‘an ar-Ru>h}, hlm. 2152, hadis nomor 2794.