Asbabun Nuzul Surat Al-Mu'minun Ayat 1-2

Ayat ini turun untuk memberi kabar gembira bagi orang yang menunaikan salat dengan khusyuk.

  1. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: (كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْتَفِتُ فِي الصَّلَاةِ، عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ)، ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ: (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ) فَخَشَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمْ يَكُنْ يَلْتَفِتُ يَمِينًا وَلَا شِمَالاً. (1)

    Abu> Hurairah berkata, “Dahulu Rasulullah s}allalla>hu ‘alaihi wasallam masih menoleh ke kanan dan ke kiri dalam salatnya. Allah lalu menurunkan ayat, qad aflah}al-mu’minu>n allaz\i>na hum fi> s}ala>tihim kha>syi‘u>n. Setelah ayat ini turun, beliau lantas salat dengan khusyuk, tidak pernah lagi menoleh ke kanan maupun ke kiri.”

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Sahih; diriwayatkan oleh at}-T{abra>niy, al-Mu‘jam al-Aus}at}, juz 4, hlm. 240, hadis nomor 4082. Ia menyatakan, “Tidak ada yang meriwayatkan hadis ini dari Ibnu ‘Aun selain Jari>r, dan tidak ada pula yang meriwayatkan dari Jari>r selain ‘Abdulla>h bin Wahb. Tidak ada pula perawi lain yang memperkuat H{ibarah bin Lakhm dalam meriwayatkan hadis ini.” al-H{ais\amiy berkata, “Aku tidak menemukan ulama hadis yang menjelaskan biografi H{ibarah bin Lakhm, sementara yang lain adalah para perawi tepercaya.” Lihat: al-H{ais\amiy, Majma‘ az-Zawa>’id, juz 2, hlm. 188–189, hadis nomor 2430. Biografi H{ibarah bin Lakhm dapat kita temukan dalam al-Ikma>l karya Ibnu Ma>ku>la>. Dalam kitab ini ia menegaskan H{ibarah bin Lakhm sebagai perawi yang tepercaya. Lihat: Ibnu Ma>ku>la>, al-Ikma>l, (Kairo: Da>r al-Kita>b al-Isla>miy, t.th.), juz 2, hlm. 30. Hadis senada dengan sanad sahih, terlepas dari perdebatan mengenai ke-marfu>‘-an atau kemursalan sanadnya, diriwayatkan oleh al-H{a>kim dan al-Baihaqiy. Al-H{a>kim menyatakan hadis ini sahih menurut syarat al-Bukha>riy dan Muslim andaikata tidak ada perdebatan mengenai Muh}ammad bin Si>ri>n; apakah ia me-marfu>‘- kan hadis ini ataukah memursalkannya. az\-Z|ahabiy setuju bahwa sanad hadis ini sebenarnya memang mursal. Pendapat yang sama dikemukakan pula oleh al-Baihaqiy. Lihat: al-H{a>kim, al-Mustadrak, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b Tafsi>r Su>rah al-Mu’mini>n, juz 2, hlm. 426–427; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra>, dalam Kita>b as}-h}ala>h, Ba>b la> Yuja>wiz Bas}aruh Maud}i‘ Suju>dih, juz 2, hlm. 402, hadis nomor 3542.