Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 94

Allah meminta orang-orang yang berperang di daerah musuh agar teliti kepada siapa pun yang mereka temui; tidak begitu saja menuduhnya tidak beriman. Hal ini bertujuan melindungi darah setiap mukmin agar tidak ditumpahkan tanpa sebab yang dibenarkan oleh syariat.

  1. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ: لَقِيَ نَاسٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ رجلا فِي غُنَيْمَةٍ لَهُ، فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَأَخَذُوْهُ فَقَتَلُوهُ وَأَخَذُوا تِلْكَ الغُنَيْمَتَهَ، فَنَزَلَتْ: (‏وَلاَ تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلاَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا)‏ وَقَرَأَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ السَّلاَمَ. (1)

    Ibnu ‘Abba>s berkisah, “Beberapa pasukan muslim berpapasan dengan seorang pria yang sedang menggiring beberapa ekor kambing miliknya. Pria itu mengucapkan, ‘Assala>mu‘alikum.’ Tiba-tiba mereka menangkap pria itu, membunuhnya, dan merampas kambing-kambingnya. Terkait peristiwa ini Allah menurunkan firman-Nya, wa la> taqu>lu> liman alqa> ilaikumus-salama lasta mu’mina>.” Ibnu ‘Abba>s memanjangkan lam pada kata assalam —as-sala>m. (1)

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Diriwayatkan oleh al-Bukha>riy dan Muslim. Lihat: al-Bukha>riy, S{ah}i>h}} al-al-Bukha>riy, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b wa la> Taqu>lu> li man Alqa> Ilaikum as-Sala>ma lasta Mu’mina>, hlm. 1129, hadis nomor 4591; Muslim, S{ah}i>h}} Muslim, dalam Kita>b at-Tafsi>r, hlm. 2319, hadis nomor 3025. Al-Bukha>riy dan Muslim tidak menyebut nama-nama orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini. Nama mereka muncul dalam riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Abi> H{a>tim. Di antara pasukan yang membunuh terdapat Abu> Qata>dah al-Ans}a>riy, Muh}allim bin Jas\s\a>mah bin Qais, dan Abu> H{adrad al-Aslamiy, sedangkan pria yang dibunuh adalah ‘a>mir bin Ad}bat} al-Asyja‘iy. Lihat: Ibnu Abi> H{a>tim, Tafsi>r al-Qur’a>n al-‘Az}i>m, juz 3, hlm. 1040, hadis nomor 5826.