INFAK / SEDEKAH/ DONASI/ SUMBANGAN untuk LADUNI.ID

Seluruh dana yang terkumpul untuk operasional dan pengembangan portal dakwah Islam ini

Indeks Kitab

Kitab Al-Fiqhu 'ala al-Madzahib al-Arba'ah juz 4

Karya Al-Syaikh 'Abdul Rahman bin Muhammad 'Awad al-Jaziry. Kitab fiqh perbandingan mazhab yang terkenal, yang menjadi rujukan para ulama dan umat Islam pada zaman sekarang. Menjelaskan hukum-hukum fiqih menurut 4 versi madzhab. Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali.

Fiqh adalah sebuah disiplin ilmu yang sangat luas. Sebab satu masalah dalam fiqh bisa berkembang dan bercabang hingga menjadi banyak.

Sekilas tentang Imam Abu Hanifah
Imam Abu Hanifah bernama lengkap An-Nu`man bin Sabit bin Zuta At-Taymiy. Imam Abu Hanifah adalah pengasas Mazhab Hanafi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 Hijrah (699 Masehi) di sebuah perkampungan bernama Anbar di sekitar bandar Kufah, Iraq. Beliau hidup di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik Bin Marwan, Khalifah Bani Umaiyah yang kelima. Beliau berketurunan Farsi dan ayahnya seorang peniaga kain. wafat dalam bulan Rejab tahun 150 hijrah (767 Masihi) dalam usia 70 tahun yaitu semasa pemerintahan Khalifah Abu Ja'far Al Mansur, Khalifah Abbasiyah yang kedua. Jenazah ulama agung ini dimaqamkan dengan penuh penghormatan oleh puluhan ribu umat Islam di tanah perkuburan Al Khaizaran di kota Baghdad.

Kemasyhuran nama Abu Hanifah menurut para ahli sejarah ada beberapa sebab :
(1) Karena ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Hanifah, maka ia diberi julukan dengan Abu Hanifah.
(2) Karena semenjak kecilnya sangat tekun belajar dan menghayati setiap yang dipelajarinya, maka ia dianggap seorang yang hanif (kecenderungan/condong) pada agama. Itulah sebabnya ia masyhur dengan gelaran Abu Hanifah. (3) Menurut bahasa Persia, Hanifah bererti tinta. Imam Hanafi sangat rajin menulis hadits-hadits, ke mana, ia pergi selalu membawa tinta. Kerana itu ia dinamakan Abu Hanifah.

Beliau dibesarkan di kota Kufah dengan kehidupan yang senang dan mewah. Sejak kecil beliau sudah terdidik dalam urusan perniagaan dan mendapat kemudahan untuk menuntut ilmu. Ini menjadikannya seorang saudagar yang berpengetahuan tinggi dan berpegang teguh dengan hukum Allah. Beliau seorang yang berakhlaq mulia, pemurah, ikhlas, berani, suka memberi nasihat, rajin berusaha dan bercita-cita tinggi.

Beliau sering bangun malam untuk mengerjakan salat malam dan membaca Al-Qur’an.

Ulama yang mengikuti mazhab Abu Hanifah lebih dikenal dengan ulama Hanafiyah. Diantaranya mereka yang terkenal adalah Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan, Hasan bin Ziyad, dan lainnya. Mazhab Hanafiyah telah menyebar ke berbagai wilayah Islam, seperti Baghdad, Persia, India, Bukhara, Yaman, Mesir, dan Syam. Mazhab Hanafiyah juga adalah mazhab yang paling banyak dianut pada masa Dynasti ‘Abbasiyah.

Metode yang digunakan Beliau dalam menetapkan hukum (istinbat) berdasarkan pada tujuh hal pokok:

(1) Al Quran sebagai sumber dari segala sumber hukum.
(2) Sunnah Rasul sebagai penjelasan terhadap hal hal yang global yang ada dalam Al Quran.
(3) Fatwa sahabat (Aqwal Assahabah) karena mereka semua menyaksikan turunnya ayat dan mengetahui asbab nuzulnya serta asbabul khurujnya hadits dan para perawinya. Sedangkan fatwa para tabiin tidak memiliki kedudukan sebagaimana fatwa sahabat.
(4) Qiyas (Analogi) yang digunakan apabila tidak ada nash yang sharih dalam Al Quran, Hadis maupun Aqwal Asshabah.
(5) Istihsan yaitu keluar atau menyimpang dari keharusan logika menuju hukum lain yang menyalahinya dikarenakan tidak tepatnya Qiyas atau Qiyas tersebut berlawanan dengan Nash.
(6) Ijma’ yaitu kesepakatan para mujtahid dalam suatu kasus hukum pada suatu masa tertentu.
(7)‘Urf yaitu adat kebiasaan orang muslim dalam suatu masalah tertentu yang tidak ada nashnya dalam Al Quran, Sunnah dan belum ada prakteknya pada masa sahabat.

Terimakasih telah membaca Kitab Al-Fiqhu 'ala al-Madzahib al-Arba'ah juz 4,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al-Fiqhu 'ala al-Madzahib al-Arba'ah juz 4 (PDF)

 

PENULIS              

:

Al-Syaikh 'Abdul Rahman bin Muhammad 'Awad al-Jaziry

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

Darul Khutub Al-Ilmiyyah

   

 

TAHUN                

:

2003 M / 1424 H

       

 

Tebal                  

:

531 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Fiqhu 'ala al-Madzahib al-Arba'ah juz 5

Karya Al-Syaikh 'Abdul Rahman bin Muhammad 'Awad al-Jaziry.
Kitab fiqh perbandingan mazhab yang terkenal, yang menjadi rujukan para ulama dan umat Islam pada zaman sekarang. Menjelaskan hukum-hukum fiqih menurut 4 versi madzhab. Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali.

Fiqh adalah sebuah disiplin ilmu yang sangat luas. Sebab satu masalah dalam fiqh bisa berkembang dan bercabang hingga menjadi banyak.

Mempelajari banyak pandangan ulama seputar masalah fiqh tentu tidak dimaksudkan untuk membangun perbedaan di antara umat lslam. Tapi,  merupakan cara untuk memperkaya alternatif, terutama untuk konteks kekinian. Para ulama dahulu, setelah ,menguasai ilmu Al-Qur'an dan sunnah, maka ilmu fiqhlah yang harus didalami. Bahkan, tradisi ini juga diturunkan kepada anak keturunan dan murid-murid mereka. Karena itulah, kita menemukan mereka merupakan generasi yang memahami agama ini dengan baik dan benar.

Sekilas Tentang Imam Syafi’i

Imam Syafi’I bernama langkap Muhammad bin Idris bin Al-`Abbas bin `Usman bin Syafi` bin As-Sa’ib dan nasabnya sampai kepada `Abdu Manaf datuk Nabi. Dan ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a. Beliau dilahirkan di desa Gaza, masuk kota ‘Asqolan pada tahun 150 H/767 M. Saat beliau dilahirkan ke dunia oleh ibunya yang tercinta, bapaknya tidak sempat membuainya, karena ajal Allah telah mendahuluinya dalam usia yang masih muda. Lalu setelah berumur dua tahun, paman dan ibunya membawa pindah ke kota kelahiran nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Makkah Al Mukaramah.

Beliau Wafat pada 29 Rajab tahun 204H/820M di Mesir. Imam Asy-Syafi`iy mula-mula belajar Al-Qur’an ketika berusia lima tahun dan telah menghafaz Al-Qur’an ketika berusia tujuh tahun. Imam Asy-Syafi`iy mempunyaï ingatan yang kuat, berkebolehan tinggi, dan dapat menghafal semua pelajaran yang diajar.

Diantara hal-hal yang menunjukkan kecerdasannya antara lain:
(1)Kemampuannya menghafal Al-Qur’an di luar kepala pada usianya yang masih belia, tujuhtahun.
(2)Cepatnya menghafal kitab Hadits Al Muwathta’ karya Imam Darul Hijrah, Imam Malik bin Anas pada usia sepuluh tahun.
(3)Rekomendasi para ulama sezamannya atas kecerdasannya, hingga ada yang mengatakan bahwa beliau belum pernah melihat manusia yang lebih cerdas dari Imam Asy-Syafi`i.
(4)Beliau diberi wewenang berfatwa pada umur 15 tahun.

Di Madinah, Imam Asy-Syafi`i belajar daripada Imam Malik bin Anas, Ibrahim bin Abi Yahya As-Samiy, Muhammad bin Sa`id bin Abi Fudayl dan `Abdu Llah bin Nafi` As- Sani`. Imam Asy-Syafi`i menghafal kitab Al-Muwatta’ Imam Malik ketika berusia 10 tahun semasa beliau di Makkah dan belum lagi berjumpa dengan Imam Malik.

Imam Asy-Syafi`i  datang ke Iraq pada tahun 195H dan tinggal di sana selama dua tahun. Para `ulama’ di sana telah belajar dengannya dan ramai antara mereka telah bertukar kepada mazhab Asy-Syafi`i daripada mazhab asal mereka. Kemudian Asy- Syafi`i  kembali ke Makkah dan kemudian kembali ke Baghdad pada tahun 198H dan tinggal di sana selama sebulan.

Beliau mewariskan kepada generasi berikutnya sebagaimana yang diwariskan oleh para Nabi, yakni ilmu yang bermanfaat. Ilmu beliau banyak diriwayatkan oleh para murid- muridnya dan tersimpan rapi dalam berbagai disiplin ilmu. Bahkan beliau pelopor dalam menulis di bidang ilmu Ushul Fiqih, dengan karyanya yang monumental Risalah.

Mazhab Syafi’iyah telah memenuhi berbagai wilayah kota besar di Qatar selain penduduk asli dan suku pedalaman. Mazhab Syafi’iyah juga berkembang di Palestina, Kurdistan, dan Armenia, begitu juga dengan para penganut Ahlus Sunnah di Persia, Muslim di Wilayah Thailand, Philipina, Jawa dan sekitarnya, India, Cina, Australia, Iraq, Hijaz, dan Syam bersama-sama dengan mazhab lainnya.

Terimakasih telah membaca Kitab Al-Fiqhu 'ala al-Madzahib al-Arba'ah juz 5,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al-Fiqhu 'ala al-Madzahib al-Arba'ah juz 5 (PDF)

 

PENULIS              

:

Al-Syaikh 'Abdul Rahman bin Muhammad 'Awad al-Jaziry

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

Darul Khutub Al-Ilmiyyah

   

 

TAHUN                

:

2003 M / 1424 H

       

 

Tebal                  

:

419 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Furu' – Ibnu Muflih

Karya Syaikh Muhammad bin Muflih Al-Maqdisi atau yang dikenal Ibnu Muflih.
Dalam kitab ini, penulis menyebutkan banyak permasalahan furu' (cabang rincian), tanpa menyebutkan dalilnya. Dalam hal ini, beliau hanya menyebutkan pendapat yang paling kuat. Hanya saja, beliau tidak membatasi kajian pada Madzhab Hambali, namun beliau menyebutkan pendapat-pendapat dari mazhab yang lain. Ada beberapa kitab yang memberikan penjelasan terhadap kitab ini, di antaranya adalah Hasyiyah Al-Mardawi.

Terimakasih telah membaca Kitab Al-Furu' – Ibnu Muflih,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

 

 

           
   

 

           

 

JUDUL                  

:

 

Kitab Al-Furu' – Ibnu Muflih (PDF)

 

PENULIS              

:

 

Syaikh Muhammad bin Muflih Al-Maqdisi (Ibnu Muflih)

 

 

PENERJEMAH   

:

 

Ro'id bin Abi Alfah

     

 

PENERBIT           

:

 

Baitul Afkar

   

 

TAHUN                

:

 

M /   H

       

 

TEBAL                  

:

 

1842  Halaman (PDF)

       

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Furuq Fi Al-Lughah - Abu Hilal Al-Askari

Karya Abu Hilal Al-Hasan bin ‘Abdullah bin Sahl bin Sa’id Ibnu Yahya bin Mihran Al-Askari, seorang ahli bahasa di zamannya. Tahun wafatnya tidak diketahui secara persis, namun beliau diketahui masih hidup sampai tahun 395 H (1005 M). Sedang penyusun Furuq Al-Lughat adalah Sayyid Nuruddin bin Sayyid Ni’matullah Al-Jaza’iri, wafat tahhun 1158 H.

Ini adalah kamus luar biasa tentang nuansa antar kata.
Kitab ini merupakan salah satu kitab yang paling komprehensif tentang perbedaan linguistik, karena memuat penyajian banyak pendapat dan penjelasan yang menunjukkan kelimpahan dan penguasaan penulisnya serta keakuratan pemikirannya. Kajian terhadap perbedaan-perbedaan ini berdasarkan Al-Qur’an dan perkataan para ahli hukum, teolog, dan pembicaraan orang lain. Tujuan penulis dalam buku ini adalah untuk menjaga bahasa Arab dari penafsiran, distorsi dan kesalahan, menjauhkannya dari konjugasi dan omong kosong.

Terimakasih telah membaca Kitab Al-Furuq Fi Al-Lughah - Abu Hilal Al-Askari, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.  Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

 

 

   

 

       
   

 

   

 

       

 

JUDUL                  

:

 

 

Kitab Al-Furuq Fi Al-Lughah - Abu Hilal Al-Askari (PDF)

 

PENULIS              

:

 

 

Abu Hilal Al-'Askari

 

 

PENERJEMAH   

:

 

 

-

     

 

PENERBIT           

:

 

 

Beirut-Lebanon

   

 

TAHUN                

:

 

2002 M / 1422 H

 

       

 

TEBAL                  

:

 

 

658 Halaman (PDF)

       

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Ghunyah Lii Thaalibi Thaariq al-Haq Juz 1

Karya  Sulthan Auliya Syaikh Abdul Qadir Jailani.
Kitab Al Ghunyah merupakan salah satu kitab tasawuf yang sangat populer dikalangan jamaah sufi.

Dalam mempelejari isi Kitab Al Ghunyah ini, perlu di bimbing ahlinya yang benar benar fasih dalam ilmu tasawuf supaya tidak salah dalam memaknai isi kandungan Kitab Al Ghunyah. Secara garis besar, isi kitab Risalah Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq membahas tentang disiplin ilmu fiqih, aqidah dan tasawuf. Isi kandungan kitab Al Ghunyah meliputi beberapa disiplin ilmu, diantaranya adalah :

– Ilmu Tasawuf

– Ilmu Aqidah

– Ilmu Fiqih

Kitab ini termasuk salah satu dari kumpulan kitab syaikh Abdul Qadir jailani yang cukup tebal, memiliki 2 juz atau 2 jilid.

Terimakasih telah membaca  Kitab Al-Ghunyah Lii Thaalibi Thaariq al-Haq Juz 1 ,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al-Ghunyah Lii Thaalibi Thaariq al-Haq Juz 1 (PDF)

 

PENULIS              

:

Sulthan Auliya Syaikh Abdul Qadir Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

364 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Ghunyah Lii Thaalibi Thaariq al-Haq Juz 2

Karya  Sulthan Auliya Syaikh Abdul Qadir Jailani.
Kitab Al Ghunyah merupakan salah satu kitab tasawuf yang sangat populer dikalangan jamaah sufi.

Dalam mempelejari isi Kitab Al Ghunyah ini, perlu di bimbing ahlinya yang benar benar fasih dalam ilmu tasawuf supaya tidak salah dalam memaknai isi kandungan Kitab Al Ghunyah. Secara garis besar, isi kitab Risalah Al-Ghunyah Li Thalibi Thariq al-Haq membahas tentang disiplin ilmu fiqih, aqidah dan tasawuf. Isi kandungan kitab Al Ghunyah meliputi beberapa disiplin ilmu, diantaranya adalah :

– Ilmu Tasawuf

– Ilmu Aqidah

– Ilmu Fiqih

Kitab ini termasuk salah satu dari kumpulan kitab syaikh Abdul Qadir jailani yang cukup tebal, memiliki 2 juz atau 2 jilid.

Terimakasih telah membaca  Kitab Al-Ghunyah Lii Thaalibi Thaariq al-Haq Juz 2,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
 Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al-Ghunyah Lii Thaalibi Thaariq al-Haq Juz 2 (PDF)

 

PENULIS              

:

Sulthan Auliya Syaikh Abdul Qadir Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

348 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Ibanah wal Ifadhah

Kitab Al-Ibanah wal Ifadhah karya Sayyid Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qadir Assaqqaf merupakan salah satu karya penting dalam ilmu fiqih, khususnya yang membahas tentang permasalahan darah perempuan dalam konteks ibadah. Dalam Islam, terdapat beberapa masa di mana perempuan tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah tertentu, seperti salat dan puasa. Meskipun salat dan puasa adalah ibadah wajib bagi setiap umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah mencapai baligh, ada pengecualian bagi perempuan pada masa tertentu, seperti haid, nifas, dan kondisi lainnya.

Usia baligh, yang menjadi patokan bagi kewajiban ibadah, dapat dikenali dengan keluarnya darah bagi perempuan, mimpi basah bagi laki-laki maupun perempuan, atau dengan usia 15 tahun dalam penghitungan kalender qamariyah (Hijriyah).

Kitab Al-Ibanah wal Ifadhah membahas secara detail tentang darah perempuan, yang dibagi menjadi delapan bab pembahasan, yaitu:

1.      Darah yang keluar dari kemaluan perempuan.

2.      Penjelasan tentang darah haid, mulai dari masa haid hingga warna darahnya.

3.      Kapan perempuan dinyatakan suci dari haid dan hal-hal yang terkait dengannya.

4.      Darah nifas, yang keluar setelah melahirkan.

5.      Larangan bagi perempuan yang sedang haid dan nifas, terkait ibadah yang tidak boleh dilakukan.

6.      Darah istihadha, yaitu darah yang keluar di luar masa haid atau nifas.

7.      Darah istihadha yang bercampur dengan darah haid.

8.      Darah istihadha yang bercampur dengan masa nifas.

Kitab ini disusun berdasarkan pendapat para ulama bermazhab Syafi'i, dengan merujuk pada ajaran dan fatwa dari guru beliau, Syekh Muhammad bin Ali Al-Khatib. Melalui buku ini, Sayyid Abdurrahman memberikan pemahaman yang mendalam tentang hukum-hukum seputar darah perempuan, yang sangat penting agar setiap umat Islam, khususnya perempuan, dapat melaksanakan ibadah dengan benar sesuai syariat Islam.

Semoga dengan mempelajari kitab Al-Ibanah wal Ifadhah, kita bisa lebih memahami hukum-hukum Islam terkait darah perempuan, serta menjalankan ibadah dengan lebih baik dan tepat sesuai tuntunan agama. Aamiin ya rabbal 'aalamiin.

Semoga ilmu yang terkandung dalam kitab ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin.

Terima kasih telah membaca, dan untuk memperoleh kitab ini lebih lanjut, kunjungi situs berikut: https://www.laduni.id/kitab

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al-Ibanah Wal Ifadhah (PDF)

 

PENULIS              

:

Sayyid Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qadir Assaqqaf

 

 

PENERJEMAH   

:

       

 

PENERBIT           

:

     

 

TAHUN                

:

  M / H

       

 

Tebal                  

:

101 Halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Imam Fi Bayan Adillati Al-Ahkam (Pemimpin, dalam menjelaskan dalil-dalil hukum).

Salah satu ulama yang memiliki karya di berbagai bidang  disiplin ilmu pengetahuan dan layak untuk dijadikan refrensi otoritatif adalah Izzuddin bin Abdissalam.
Karya-karya Izzuddin bin Abdissalam  sangat bervariasi, tidak hanya dalam satu keilmuan saja. Meskipun dalam sejarahnya, Al-Imam Izzuddin bin Abdissalam tidak mengenyam pendidikan keagamaan secara maksimal di masa kecilnya, karena faktor kemiskinan.

Namun, dengan tekad yang kuat, dan kecerdasan yang tinggi, memacu samangatnya dalam menuntut ilmu dan menghabiskan masa tuanya untuk terus menuntut ilmu.
Salah satu kitab yang membuktikan keluasan ilmu seorang Izzuddin bin Abdissalam, adalah kitab tentang  dalil-dalil hukum, dalam Usul Fiqh.

Terimakasih telah membaca Kitab Al-Imam Fi Bayan Adillati Al-Ahkam ,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB:

Karya            :  Al-Imam Izzuddin bin Abdissalam
Pentahqiq    :  Ridwan bin Mukhtar bin Gharbi
Judul Kitab   :   AL-IMAM FI BAYAN ADILLATI AL-AHKAM  (PDF)
Tebal            :   360 halaman (PDF)

Sumber: Kitab Islam Lengkap

Lihat Kitab

Kitab Al-Isya'ah li Asyratis Sa'ah (Tanda-tanda Hari Qiamat)

Kitab Al-Isya'ah li Asyratis Sa'ah (Tanda-tanda Hari Qiamat) karya Syekh Muhammad bin Rasul Al-Husseini Al-Barzanji merupakan sebuah karya monumental yang mendalam dalam membahas tanda-tanda hari kiamat dan keutamaan-keutamaan yang harus diyakini oleh setiap Muslim sebagai bagian dari rukun iman. Syekh Muhammad bin Rasul Al-Husseini Al-Barzanji, seorang ulama yang menuntut ilmu dari berbagai kota besar seperti Mardin, Aleppo, Yaman, Damaskus, Mesir, dan Bagdad, kemudian melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Di sana, beliau berguru kepada ulama besar seperti Ibrahim bin Hassan Al-Kurani dan Syekh Ahmed Al-Qashashi, serta mengabdikan diri sebagai seorang guru di Masjid Nabawi.

Salah satu aspek terpenting yang ditekankan dalam karya ini adalah keyakinan terhadap hari Akhir, sebuah rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat pasti akan datang, meskipun hanya Allah yang mengetahui kapan waktunya. Sebagai hamba yang beriman, kita hanya dapat menyaksikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kiamat semakin dekat. Tanda-tanda ini bukan hanya sebagai petunjuk waktu, tetapi juga sebagai motivasi agar kita selalu mempersiapkan diri, mengumpulkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk menyambut hari yang pasti akan datang tersebut.

Syekh Al-Barzanji menjelaskan bahwa salah satu tanda yang sangat jelas tentang semakin dekatnya hari kiamat adalah terutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir. Dalam sebuah hadis yang beliau kutip, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa jarak antara terutusnya beliau dan datangnya hari kiamat hanya sejauh jari telunjuk dan jari tengah, yang menggambarkan betapa dekatnya waktu tersebut. Hal ini menegaskan bahwa kita harus selalu siap dan waspada, karena hari kiamat bisa datang kapan saja.

Lebih dari sekedar memahami tanda-tanda tersebut, yang paling penting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi kenyataan tersebut. Syekh Al-Barzanji menekankan bahwa kita harus selalu berbuat yang terbaik dalam hidup ini, menjaga amal ibadah, dan mempersiapkan bekal sebaik mungkin untuk kehidupan akhirat. Setiap amal yang kita lakukan, baik itu dalam bentuk ibadah, akhlak yang baik, maupun kebaikan terhadap sesama, merupakan bagian dari bekal yang akan menemani kita menuju hari yang telah dijanjikan tersebut.

Bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang tanda-tanda kiamat, karya ini menjadi sumber yang sangat berharga. Kitab ini tidak hanya menguraikan tanda-tanda kiamat secara rinci, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam mengenai sikap dan langkah-langkah yang seharusnya diambil untuk menyongsong hari kiamat dengan penuh kesiapan. Dengan mempelajari kitab ini, setiap Muslim diajak untuk lebih mendalami hakikat kehidupan dunia ini dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang kekal di akhirat.

Semoga ilmu yang terkandung dalam kitab ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin.

Terima kasih telah membaca, dan untuk memperoleh kitab ini lebih lanjut, kunjungi situs berikut: https://www.laduni.id/kitab

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al Isya ah Li Asyratis Sa'ah (Tanda-tanda Hari Qiamat) (PDF)

 

PENULIS              

:

Syekh Muhammad bin Rasul Al-Husseini Al-Barzanji

 

 

PENERJEMAH   

:

       

 

PENERBIT           

:

Dar Al-Minhaj

   

 

TAHUN                

:

 1426 H / 2005 M

       

 

Tebal                  

:

384 Halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Ittijahul Ilmani fi Ulumil Qur'an

 Kitab Al-Ittijahul Ilmani fi Ulumil Qur'an adalah buah karya dari pemikiran Dr. Ahmad Muhammad al Fadhil tentang dalam bidang Ulum Al- Qur’an konteporer. Kitab ini merupakan hasil penelitian beliau menyelesaikan gelar PhD atau Pendidikan S3. Inisiatif penelitian muncul setelah beliau membaca sudah  banyak bermunculan literatur teks maupun buku yang menyimpang dari Al Qur’an sehingga merasa perlu untuk menyusun lteratur yang komperhensif tentang ilmu Al Qur’an yang benar  karena merupakan keilmuan yang sangat penting, sama halnya prinsip ilmu fiqh untuk hukum fiqh.

Di dalam muqoddimah kitab, penulis menjelaskan bahwa pentingnya melakukan penelitan ini didasari oleh beberapa hal yang diantaranya, pertama minimnya tren literatur dan studi yang memadai dana menghimpun keterpaduan ulumul Qur’an dan yang kedua globalisasi dari tangan barat sudah mulai mengaraka pada islam dan keilmuannya. Dengan beberapa alas an itulah karya ini perlu ditulis sebagai bentuk sikap beliau. Secara garis besar kitab ini memuat 3 bab besar yang setiap babnya meiliki 3 sampai 4 pasal. Kitab ditulis dalam bentuk narasi dan gaya bahasa yang mudah dipahami.

Baik, itu tadi sekilas resensi dari kitab Al-Ittijahul Ilmani Fi Ulumil Qur’an yang bisa kami bagikan. Semoga apa yang sudah dibagikan dan Sampaikan bisa bermanfaat.

 

Lihat Kitab