Kemandirian NU Jatim, Ketua LAZISNU: Bisa Jadi Contoh Bagi NU Lain

 
Kemandirian NU Jatim, Ketua LAZISNU: Bisa Jadi Contoh Bagi NU Lain

LADUNI.ID, Jakarta - Program pemberdayaan Nahdliyin Jatim yang menjadi salah satu keputusan Konferwil PWNU Jatim akhir pekan lalu ditanggapi positif oleh Ketua LAZISNU Perwakilan Jatim, Noor Shodiq Askandar. Ia memaparkan program pemberdayaan tersebut berbasis pada empat pilar perjuangan, yakni pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi. 

Di bidang ekonomi dimulai dengan upaya mendukung wirausaha di daerah dan memunculkan wirausaha baru. “Proses selanjutnya adalah peningkatan kesadaran untuk mengusahakan perputaran ekonomi di masyarakat NU sendiri,” katanya dihubungi dari Jakarta, Selasa (31/7) kemarin, seperti dilansir NU Online.

Bentuk kemandirian NU Jatim, kata Sodiq, bahkan sempat disinggung Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang hadir pada pembukaan Konferwil. Menurut Kiai Said, Konferwil yang tidak dihadiri pejabat seperti Gubernur dan Kapolda adalah bentuk kemandirian NU Jatim. Hal itu menandakan bahwa NU tak harus selalu meminta-minta kepada pemerintah dalam menggelar suatu acara.

“Ini bisa jadi contoh bagi NU lain,” kata Sodiq menirukan Kiai Said.

Pada kesempatan itu Kiai Said juga menyebut sikap Rais Syuriah NU pertama yaitu Kiai Makhrus Aly dari Lirboyo yang tidak pernah menggantungkan NU kepada orang lain. Kiai Said ngendika (berkata), bahkan Kiai Mahrus Aly dengan suka rela mendermakan hidupnya untuk membesarkam NU tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Pengajar di Unisma ini menambahkan Kiai Said juga menegaskan bahwa kita harus meneladani Kiai Mahrus Aly yang tak pernah main proposal dalam membangun NU.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN