Foto KH. Hasyim Asy'ari yang Mengguncang Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Di antara jutaan arsip yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), terdapat satu lembar surat kabar yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Surat kabar Asia Raya edisi 20 Maret 2604 atau 20 Maret 1944 memuat foto Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari di halaman depannya. Sekilas, foto tersebut hanya memperlihatkan seorang ulama sepuh yang duduk tenang dengan kedua tangan terlipat di atas pangkuan. Wajahnya tampak teduh, tanpa memperlihatkan raut kesakitan. Namun, di balik ketenangan itu tersimpan kisah perjuangan, keteguhan akidah, serta penderitaan fisik yang dialaminya akibat mempertahankan keyakinan di hadapan kekuasaan militer Jepang.
Bagi sejarawan, foto tersebut bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan sumber sejarah yang merekam perubahan hubungan antara pemerintah pendudukan Jepang dan kalangan ulama di Indonesia. Arsip ini memperlihatkan bagaimana seorang ulama yang pernah dipenjara dan disiksa karena menolak kebijakan Jepang, dua tahun kemudian justru dimunculkan dalam media resmi pemerintah pendudukan. Kontras inilah yang menjadikan foto tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan terus menjadi perhatian para peneliti hingga kini.
Surat kabar Asia Raya merupakan media berbahasa Indonesia yang diterbitkan di Batavia pada masa pendudukan Jepang sejak tahun 1942. Surat kabar ini berada di bawah pengawasan Sendenbu, yaitu Departemen Propaganda Pemerintah Militer Jepang. Seluruh isi pemberitaannya diarahkan untuk membangun citra positif Kekaisaran Jepang, menyebarkan propaganda Perang Asia Timur Raya, sekaligus memengaruhi opini masyarakat Indonesia agar mendukung kebijakan pemerintah pendudukan. Meski demikian, di balik fungsi propagandanya, Asia Raya kini menjadi salah satu sumber primer yang sangat penting bagi penelitian sejarah karena memuat berbagai informasi mengenai dinamika sosial, politik, dan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Salah satu edisi yang paling menarik adalah terbitan 20 Maret 1944, yang menampilkan foto KH. Hasyim Asy'ari sebagai tokoh ulama yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp199.000
Rp299.000
Memuat Komentar ...