Ziarah di Makam Kiai Musyafa', Waliyulloh Penjaga kota Kendal

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ziarah di Makam Kiai Musyafa', Waliyulloh Penjaga kota Kendal

Daftar Isi

Laduni.ID, Jakarta - Kiai Musyafa' lbeliau adalah ulama besar dari Kendal dengan berbagai karomah yang beliau dimiliki sehingga beliau adalah seorang wali di kota Kendal. Beliau dikenal sosok yang zuhud. Dalam penampilan beliau sangat sederhana sekali dalam berpakaian, sehingga banyak orang mengira bahwa beliau aadalah kiai yang sangat miskin.

Tidak jarang  orang juga mengatakan beliau adalah orang gila, karena beliau sering  berperilaku Khawariqul 'Adat, yaitu perilaku di luar kebiasaan manusia pada umumnya.

Sangkaan terhadap Kiai Musyafa' adalah orang gila terdengar sebelum masyarakat mengetahui karomah dan kewalian beliau. Pada suatu hari ada tetangga di sekitar rumah Kiai Musyafa'dibikin gempar. Awalnya setelah musim haji, ada seorang haji yang datang ke sana, ia mengaku dititipi anggur oleh seseorang di Mekkah untuk diserahkan kepada Kiai Musyafa' yang baru saja menunaikna ibadah haji du Mekkah. Padahal tetangga Kiai Musyafa'menyaksikan sendiri, selama musim haji itu Kiai Musyafa' berada di rumah.

Sejak itu pandangan orang pada dirinya berubah, apalagi setelah karomah-karomahnya disaksikan orang-orang di sekitarnya.

Profil

KH. Musyafa' lahir pada bulan Muharram 1324 H (1904 M), di Kmapung Losari, Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal. Ibu beliau bernama Hj. Lammah dan ayah beliau bernama H. Bahram. KH. Musyafa' walaupun berasal dari keluarga biasa, namun Allah SWT mentakdirkan beliau menjadi seorang waliyullah.

Diantara ulama yang mengakui kewalian beliau adalah Syekh Kholil Bangkalan, KH. Abdul Karim atau Mbah Manab(pendiri pesantren Lirboyo, Kediri), dan KH. Ma'ruf Kedunglo, Kediri.

Lokasi Makam
Kyai Musyafa'  di makamkan di bukit Jabal Nur, Desa Proto Mulyo, sebelah timur Kampung Gadukan, Kutoarjo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Haul
Haul Kiai Musyafa' diperingati bersamaan dengan haul KH. Ahmad Rukyat Kaliwungu pada bulan Rabiuts Tsani di Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu.

Motivasi Ziarah Menurut Syekh An Nawawi al Bantani
1. Untuk Mengingat mati dan Akhirat
2. Untuk mendoakan
3. Untuk mendapatkan keberkahan
4. Memenuhi hak ahli kubur yang diziarahi, seperti ke makam orang tua

Fadilah
Seperti halnya makam wali-wali yang lain, makam Kiai Musyafa’, demikian beliau biasa disapa, inipun  kerap dikunjungi para peziarah, terlebih pada hari Kamis Wage sore dan Jum’at Kliwon. Pada kedua hari tersebut, ratusan bahkan ribuan peziarah datang ke sana. Santri dari beberapa pesantren juga kerap menjadikannya sebagai tempat untuk melaksanakan riyadhah.

Makam Kiai Musyafa' banyak dikunjungi para peziarah. Tak hanya datang dari wilayah Kendalsaja. Banyak peziarah yang datang dari luar kota dan bahkan dari luar Jawa yang makamnya berada di di bukit Jabal Nur, Desa Proto Mulyo, sebelah timur Kampung Gadukan, Kutoarjo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Ada keyakinan bagi peziarah yang datang ke sana bahwa dengan berziarah dan berdoa di makam Kiai Musyafa', maka segala hajatnya pasti akan terkabul. Bahkan bagi beberapa kalangan, mereka meyakini bahwa karomah dari Kiai Musyafa' bisa meningkatkan derajat, diberi kemudahan dalam mencari mata pencaharian, dan dibukakan pikirannya dan hatinya untuk mendapatkan ilmu bakl ilmu agama maupun ilmu dunia. Karena itu tak jarang yang datang ke sana adalah orang-orang dari golongan pejabat, para santri. Selanjutnya bagi para pedagang, berdoa di makam ini konon adalah jaminan kesuksesan dalam usaha yang dijalankannya.

Oleh-oleh
Oleh-oleh yang bisa dibeli dan dibawa pulang usai ziarah di Kendal di antaranya:
Kerupuk Petis, Kerupuk Tayamum, Emping Bandeng, Getuk Goreng, Kerupuk Rambak, Keripik Buah, Payung Kertas, Gerabah