Porsi Ikhtiar dan Doa

 
Porsi Ikhtiar dan Doa

LADUNI.ID, Jakarta -  Dulu di zaman Nabi shalallahu alaihi wasallam sudah ada wabah penyakit yang menular. Semua selesai dengan doa Nabi (HR Bukhari dan Muslim)

Di masa Sayidina Umar sudah tidak bertumpu pada doa sepenuhnya, tapi ikhtiar dan usaha. Terbukti ketika Sayidina Umar ditanya oleh Abu Ubaidah bin Jarrah saat beliau tidak jadi berangkat ke Negeri Syam yang mengalami penyakit Thaun:

ﺃَﻓِﺮَاﺭًا ﻣِﻦْ ﻗﺪﺭ اﻟﻠَّﻪِ؟

Apakah engkau lari dari takdir Allah?

ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ: ﻧَﻌَﻢْ ﻧﻔﺮ ﻣِﻦْ ﻗَﺪَﺭِ اﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﺪَﺭِ اﻟﻠَّﻪِ

Umar berkata: "Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain" (Sahih Bukhari)

Kita pun menggunakan keduanya, ikhtiar dan doa. Namun di dunia ini kita meyakini kausalitas (sebab musabab) dan keajaiban. Tetapi porsinya adalah 90% untuk usaha dan 10% untuk doa (keterangan dari Dr. Atoillah Isvandiary

Doa sehat dan jauh dari penyakit tetap kita baca, namun upaya pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lainnya tetap diutamakan

Oleh: Ustadz Ma'ruf Khozin
_______________________________________________________________-
Aktifkan Nada Sambung pribadi Tausiyah Ustadz Ma'ruf Khozin "LIMA ALAM KEHIDUPAN"
Dengan cara kirim SMS: LAKDO kirim ke 1212
Tarif: Rp. 3850 / 7 hari