25 Sep 2020 Β· 5.360 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - Gus Dur adalah guru yang menjadi wasilah dijadikan Allah untuk melahirkan murid-murid, pengagum, dan mereka yang mencintainya. Guru umat manusia yang menawan ini, dikagumi bukan hanya terletak pada aspek fathonahnya, pemikiran-pemikirannya; tetapi juga cara perilakunya yang sederhana, banyak menolong orang, dan banyak melakukan silaturahmi, bahkan kepada mereka yang telah meninggal di kuburan sekalipun.
Gus Dur tidak hanya dekat dengan aktivis dan politisi, tetapi juga dengan para guru-guru tarekat, kiai-kiai sepuh; dan dengan wong ndeso di kampung, karena reputasi perjalanan kelilingnya untuk mendatangi pengajian orang-orang di kampung, sampai hari ini tampaknya belum ada yang menandingi kekuatan dan empatinya untuk soal itu. KH Anwar Zahid di kemudian hari bisa saja dari segi jumlahnya untuk datang ke kampung-kampung, bisa menandingi Gus Dur ketika diundang pengajian, tetapi apa yang disampaikan Gus Dur dan diperjuangkannya jelas berbeda.
Gus Dur meninggalkan sejumlah karya, kebijakan sosial politik yang penting (ketika dia menjadi presid
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+