07 Jan 2021 · 3.536 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - Dulu, pesantren mengajarkan minimal empat aksara: Jawa, Pegon, Jawi Melayu dan Sunda atau Bali. Bukan cuma pegon. Keluarga priyayi di Jawa ngaji aksara Jawi melayu ke pesantren.
Orang-orang Belanda ke pesantren belajar aksara pegon dan Jawa dan Melayu sekaligus seperti di pesantren Tegalsari Ponorogo.
Komunitas Buda Merapi Merbabu dan Hindu Tengger belajar ke pesantren untuk ngaji aksara Jawa Bali dan pegon seklaigus ke pesantren-pesantren pesisir untuk ngaji Wali Songo. Kini semuanya hilang...
Sanad-sanad keilmuan ulama-ulama Nusantara adalah nyambung langsung ke Wali Songo, tapi karena pengaruh Arabisasi yang dibawa kolonialisme dan imperialisme Eropa sejak wabah puritanisasi rasial (ras Timur asing, ras Arab ras Cina ras Eropa dan ras Pribumi, semua dikotak-kotak) diperkenalkan di Hindi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+