Ziarah Makam KH. Tubagus (TB) Ahmad Bakri As-Sampuri (Mama Sempur)

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ziarah Makam KH. Tubagus (TB) Ahmad Bakri As-Sampuri (Mama Sempur)
Sumber Gambar: Twitter @pna_online

Laduni.ID, Jakarta - KH. Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri atau akrab dikenal dengan Mama Sempur adalah ulama khos kelahiran Citeko, Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Mama Sempur lahir pada tahun 1259 H atau bertepatan dengan 1839 M.

Sebutan “Mama” merupakan istilah di kalangan masyarakat Jawa Barat yang disematkan kepada Ajengan atau Kiai, sedangkan Sempur adalah nama salah satu desa.

KH. Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri merupakan putra dari pasangan KH Tubagus Sayida dan Nyai Umi. Dari jalur sang ayah, nasab KH Tubagus Ahmad Bakri tersambung hingga Rasulullah SAW, hal tersebut sebagaimana tertera dalam kitab beliau berjudul Tanbihul Muftarin (h. 22).

Sejak kecil, KH Tubagus Ahmad Bakri telah menunjukkan kecintaannya pada pendidikan. Mulanya beliau mempelajari ilmu tauhid, fikih, nahwu, Sharaf, hadis, dan tafsir kepada sang ayah. Selanjutnya KH Tubagus Ahmad Bakri menimba ilmu kepada beberapa ulama di tanah Sunda, Jawa, Mekkah.

Setelah selesai menimba ilmu di Mekkah, KH Tubagus Ahmad Bakri memutuskan untuk kembali ke tanah air dan mendirikan Pondok Pesantren As-Salafiyyah di Darangdang, Sempur, Plered, Purwakarta pada tahun 1911 M.

KH Tubagus Ahmad Bakri juga dikenal sebagai seorang penyebar thariqah Qadiriyah-Naqsabandiyah, salah satu kalam beliau yang terkenal adalah sebagaimana yang beliau tulis di kitabnya Futuhatut Taubah Fi Shidqi Tawajuhit Thoriqoh,

“Ari anu pang afdhol-afdholna tarekat dina zaman ayeuna, jeung ari leuwih deukeut-deukeutna tarekat dina wushul ka Allah Ta`ala eta nyatea tholab ilmi, sarta bener jeung ikhlash.” (Tarekat yang paling utama pada zaman sekarang dan tarekat yang paling dekat dengan wushul kepada Allah yaitu thalab ilmi, benar, dan ikhlas)

Salah satu kitab beliau yang fenomenal adalah Cempaka Dilaga, sebab kitab ini merupakan satu-satunya kitab yang berjudul Bahasa Sunda. Kitab ini membahas tentang bisnis dan etos kerja dalam pandangan Islam, misalkan ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang tak dapat dihindari, maka menurut beliau hendaknya mendahulukan untuk menolak mafsadah ketimbang pilihan yang mendatang manfaat.

Lokasi Makam

KH Tubagus Ahmad Bakri wafat pada malam Senin, 27 Dzulqaidah 1395 H atau bertepatan dengan 1 Desember 1975. Makam beliau terletak di Jl. Raya Sempur No.18, Sempur, Kec. Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Makam KH Tubagus Ahmad Bakri tak pernah sepi dari jamaah, bahkan ketika mendekati perayaan Haul pada 27 Dzulqaidah, angka peziarah meningkat pesat. Hal tersebut juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menjajakan barang dagangan merek.

Makam KH Tubagus Ahmad Bakri bisa ditempuh 40 menit perjalanan atau dengan jarak 17,4 kilometer dari pusat alun-alun Purwakarta.


Editor: Daniel Simatupang