Pesantren Sunan Gunung Jati Wonogiri

Pesantren Sunan Gunung Jati Wonogiri

Profil

Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Kismantoro berdiri pada tahun 1993. Pesantren ini didirikan oleh Drs. K. H. Sutrisno Yusuf yang berasal dari Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Berdirinya Pesantren ini bersamaan dengan pendirian Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati.

Sebenarnya Pesantren ini merupakan kelanjutan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Gesing dan MTs Sunan Gunung Jati yang telah berdiri beberapa tahun sebelumnya.

MI Gesing berdiri pada tahun 1959. Pendirinya adalah Muhammad Djakun yang saat itu baru keluar dari Pondok Pesantren. Di dua desa yaitu Gesing dan Lemahbang, saat itu hanya memiliki 1 (satu) Sekolah Dasar yang bertempat di kampung Warung Jeruk. Karena secara geografis tidak menguntungkan, apalagi tingkat ekonomi dan kesadaran masyarakat mengenai dunia pendidikan saat itu masih rendah, maka banyak di antara murid-murid sekolah tersebut keluar dan tidak melanjutkan studi.

Karena prihatin dengan keadaan tersebut, Muh. Djakun kemudian mendirikan sekolah yang bernama Madrasah Ibtidaiyah, yang diajarnya sendiri dan kemudian meminta bantuan kepada Kasimo untuk membatu mengajar di sekolah yang baru berdiri tersebut.

Ketika tahun 1961 ia diangkat menjadi staf KUA, ia mendapat jalan untuk meminta bantuan kepada Departemen Agama untuk mendapatkan bantuan tenaga mengajar. Orang pertama yang dikirim adalah Suprapto. Kemudian pada tahun 1963 Departemen Agama memberikan bantuan lagi seorang tenaga pengajar bernama Ro’is yang kemudian menjadi Kepala Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah tak bernama tersebut.

Kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah Ahmad Ali, bapak dari Muh. Djakun. Kemudian karena jumlah kelas dan muridnya bertambah, maka kegiatan belajar mengajar dilakukan di beberapa rumah penduduk setempat, Selain itu juga mendirikan bangunan tersendiri yang diusahakan oleh Ahmad Ali.

Menghadapi kesulitan mengenai tempat KBM, kemudian pada tahun 1968 Muh. Djakun bersama Tukimun dan Kasimo membeli tanah yang waktu itu seharga Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah). Setelah itu Ahmad Ali yang saat itu menjabat Kamituwo di kampung itu, menebang kayu-kayu di pemakaman untuk membangun Madrasah tersebut, yang kemudian sisanya untuk pembangunan masjid di Kembangan dan SDN 1 Gesing yang baru mulai berdiri.

Para pengelola MI tersebut mulai prihatin dengan kelanjutan dari pendidikan anak-anak yang telah diluluskannya. Dengan berbibit MI tersebut, ketika mulai muncul keprihatinan itu, maka pada tahun 1986 Muh. Djakun bersama Asep Syaifuddin, BA., (menantu pertamanya) mendirikan Madrasah Tsanawiyah.

Mulanya Madrasah Tsanawiyah ini masih menginduk (menggabung) dengan MTs al-Barokah Purwantoro (kini menjadi MTs Negeri Purwantoro), sehingga madrasah tersebut bernama Madrasah Tsanawiyah al-Barokah cabang Kismantoro. Namun karena setiap bulan diwajibkan menyetorkan sejumlah uang yang untuk kondisi saat itu para pengelola tidak mampu untuk menyetorkannya, maka mereka mengambil keputusan untuk memisahkan diri. Dan kemudian tercetuslah Sunan Gunung Jati.

Kemudian untuk lebih mempertegas legalitasnya Muh. Djakun bersama Sukatmo, Djamuri dan Asep Syaifuddin mendirikan yayasan yang lebih definitive bernama Yayasan Pendidikan Islam Sunan Gunung Jati. Yayasan ini kemudian terdaftar di Notaris dengan Akte Nomor 12 tanggal 31 Januari tahun 1988.

Saat itu, yayasan Sunan Gunung Jati diketuai oleh Muh. Djakun, Sukatmo sebagai Sekretaris, Djamuri sebagai bendahara dan Asep Syaifuddin sebagai Anggota. Selang beberapa lama mereka memasukkan nama-nama tokoh penting di Kismantoro seperti Tukimun dan K. Rusmani menjadi anggota yayasan. Dengan pelebaran sayap seperti itu diharapkan MTs Sunan Gunung Jati Kismantoro bisa lebih cepat berkembang.

Kemudian Muh. Djakun juga menghadap ke Departemen Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah di Semarang dan mengajukan kemandirian MTs tersebut. Ia pulang membawa oleh-oleh berupa status MTs Sunan Gunung Jati Kismantoro terdaftar dan diberikan hak menurut hukum untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dan diperbolehkan untuk mengikuti ujian persamaan, dengan piagam dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah Nomor: Mk/5.c/32/Pgm/MTs/1988 tanggal 17 September 1988.

Saat itu tercatat nama Asep Syaifuddin, BA. Sebagai Kepala Madrasah dan dibantu oleh Sutrisno Yusuf dan Mislan pada bagian pengajaran. Ketiga orang ini kemudian secara aktif mencari murid dari rumah ke rumah di setiap desa sekitar.

Sejak berdiri tahun 1986 hingga saat itu, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di rumah-rumah penduduk. Kemudian tahun 1993 Drs. Sutrisno Yusuf (menantu Ahmad Djakun kedua) mendirikan Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren, Madrasah Tsanawiyah Sunan Gunung Jati Kismantoro memulai membuat ruang belajar sendiri yang saat itu madrasah tersebut berada di bawah pimpinan Dra. Siti Rukayah.


Pengasuh

  1. Drs H Sutrisno Yusuf MPdi
  2. Dra Hj. Siti Rukayah Msi

Pendidikan

Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati dalam pengembangan pendidikannya membuka beberapa unit pendidikan sebagai berikut:       
 

    Pendidikan Formal

  1. RA
  2. MI
  3. MTs
  4. MA 


Pendidikan Non Formal
1. Madrasah Diniyah
2. Tahfidzil Qur'an
3. Tahassus Pendalaman  Kitab Kuning

 


Ekstrakurikuler

1. Tahsin dan Tahfidz
2. Tahassus Kitab Salafy        
3. Seni Baca Alquran
4. Khitobah 3 Bahasa
5. Hadroh
6. Praktek Ubudiyah
7. Pramuka
8. Beladiri 
9. English Club
10. Komputer
11. Futsal
12. Volly
13. Basket
14. Tenis meja

 


 

Fasilitas

1. Gedung Sekolah
2. Pesantren
3. Ruang Guru dan Staff
4. Laboratorium Komputer
5. UKS
6. Masjid
7. Pembelajaran dilengkapi LCD Proyektor
8. Tempat Parkir
9. Internet dan Hotspot area
10. Lapangan Serbaguna
11. Aula
12. Perpustakaan
13. Kantin
14. koperasi Sekolah
 

Alamat

Cingklok, Gesing, Kismantoro, Kab Wonogiri, Jawa Tengah
Kode Pos: 57696
Telepon: (0273) 321730 

 

Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id

 

Alumni Pesantren Sunan Gunung Jati Wonogiri