Asbabun Nuzul Surat Al-Hajj Ayat 11

Ayat ini turun untuk menyindir orang yang hanya beribadah kepada Allah jika mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebaliknya, bila keinginannya tidak tercapai, ia pun menuding Islam sebagai penyebabnya.

  1. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ :كَانَ نَاسٌ مِنَ الأَعْرَابِ يَأْتُوْنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُسْلِمُوْنَ، فَإِذَا رَجَعُوْا إِلَى بِلَادِهِمْ فَإِنْ َوَجَدُوْا عَامَ غَيْثٍ وَعَامَ خَصْبٍ وَعَامَ وِلَادٍ حَسَنٍ، قَالُوْا :إِنَّ دِيْنَنَا هَذَا لَصَالِحٌ فَتَمَسَّكُوْا بِهِ، وَإِنْ وَجَدُوْا عَامَ جُدُوْبَةٍ وَعَامَ وِلَادٍ سُوْءٍ وَعَامَ قَحْطٍ، قَالُوْا :مَا فِيْ دِيْنِنَا هَذَا خَيْرٌ. فَأَنْزَلَ اللهُ (وَمِنَ النَّاسِ مِنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ). (1) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ: (‏وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ‏)‏ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ يَقْدَمُ الْمَدِينَةَ فَيُسْلِمُ، فَإِنْ وَلَدَتِ امْرَأَتُهُ غُلاَمًا، وَنُتِجَتْ خَيْلُهُ قَالَ: هَذَا دِينٌ صَالِحٌ‏.‏ وَإِنْ لَمْ تَلِدِ امْرَأَتُهُ وَلَمْ تُنْتَجْ خَيْلُهُ قَالَ هَذَا دِينُ سُوءٍ. (2)

    Ibnu ‘Abba>s berkata, “Ada beberapa orang pedalaman menghadap Nabi s}allalla>hu ‘alaihi wasallam dan menyatakan masuk Islam. Begitu kembali ke kampung dan mendapati musim penghujan, tanaman yang subur, dan hasil ternak yang bagus, mereka dengan riang mengatakan, ‘Agama kita ini benar-benar agama yang baik.’ Mereka pun menjalankan agama dengan tekun. Sebaliknya, jika mereka mendapati musim kemarau, hasil ternak yang buruk, atau musim paceklik, mereka dengan kesal mengatakan, ‘Tidak ada kebaikan sedikit pun dalam agama kita ini.’ Terkait kejadian ini Allah menurunkan firman-Nya kepada Nabi, waminan-na>si man ya‘budulla>ha ‘ala> h}arf...."

    Ada pula riwayat lain yang senada meski tidak secara lugas menyatakan peristiwa di atas sebagai kejadian yang melatarbelakangi turunnya ayat ini, yaitu:

    Menjelaskan firman Allah, waminan-na>si man ya‘budulla>ha ‘ala> h}arf, Ibnu ‘Abba>s rad}iyalla>hu 'anhuma> berkata, “Ada seorang pria datang ke Madinah dan menyatakan masuk Islam. Bila ia mendapati istrinya melahirkan bayi laki-laki dan kudanya berkembang biak dengan baik, ia berkata, ‘Ini agama yang benar.’ Sebaliknya, jika ia mendapati istrinya tidak melahirkan atau kudanya mandul, ia mengatakan, ‘Ini agama yang buruk.’”

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Sahih; diriwayatkan oleh Ibnu Abi> H{a>tim dari jalur Asy‘as\ bin Ish}a>q al-Qummiy dari Ja‘far bin Abi> al-Mugi>rah dari Sa‘i>d bin Jubair dari Ibnu ‘Abba>s. Lihat: Ibnu Abi> H{a>tim, Tafsi>r al-Qur’a>n al-‘Az}i>m, juz 8, hlm. 2476, riwayat nomor 113798. As-Suyu>t}iy dan asy-Syauka>niy menegaskan kesahihan sanad riwayat ini dalam kitab masing-masing. As-Suyu>t}iy juga menisbahkan riwayat ini kepada Ibnu Mardawaih. Lihat: as-Suyu>t}iy, ad-Durr al-Mans\u>r, juz 10, hlm. 428; asy-Syauka>niy, Fath} al-Qadi>r, (Beirut: Da>r al-Ma‘rifah, cet. 4, 2007), hlm. 957.

    (2) Diriwayatkan oleh al-Bukha>riy, S{ah}i>h}} al-Bukha>riy, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b wa min an-Na>si man Ya‘bud Alla>ha ‘ala> H{arf, hlm. 1183, hadis nomor 4742.