Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 58 - Imam as Suyuthi : Ustman Diberi Kepercayaan Agar Memegang Kuci Ka'Bah

  1. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
    Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari jalur Al-Kalbi dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Ketika Rasulullah menaklukkan kota Makkah, beliau memanggil Utsman bin Thalhah, ketika Utsman datang kepadanya, Rasulullah bersabda kepadanya, “Berikanlah kepadaku kunci Ka’bah”, Lalu ia pergi dan datang kembali dengan membawa kunci Ka’bah dan menjulurkan tangannya kepada Rasulullah sembari membuka telapaknya. Ketika itu juga Abbas (paman Nabi) bangkit lalu berkata, “Wahai Rasulullah, berikan kunci itu kepadaku agar tugas memberi minum dan kunci Ka’bah aku pegang sekaligus.” Maka Utsman mengenggam kembali kunci itu.
    Kemudian Rasulullah bersabda, “Berikanlah kepadaku kunci tersebut wahai Utsman”, kemudian Utsman berkata, “Ini kunci ka’bah wahai Rasulullah, terimalah dengan amanah Allah”, kemudian Rasulullah beranjak dari tempatnya untuk membukan pintu Ka’bah, setelah itu beliau keluar dan melaksanakan thawaf, kemudian turun Jibril kepadanya menyampaikan pesan Allah untuk mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman, lalu Rasulullah memanggil Utsman dan memberikannya kembali kunci tersebut dan beliau bersabda dengan firman Allah, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. ..”. (1) Diriwayatkan oleh Syu’bah dalam Tafsir-nya dari Hajjaj dari Ibnu Juraij bahwasanya ia berkata “Ayat ini turun pada Utsman bin Thalhah. Rasulullah mengambil kunci Ka’bah darinya kemudian membuka pintu Ka’bah lalu beliau masuk ke dalam Ka’bah pada hari penaklukan kota Makkah, ketika beliau keluar dari Ka’bah ia membaca firman Allah ini, kemudian beliau memanggil Utsman dan memberikannya kembali kunci tersebut. Umar bin Al-Khaththab berkata, “ketika Rasulullah keluar dari Ka’bah sembari membaca ayat ini, sesungguhnya aku belum pernah mendengar ayat ini sebelumnya.” (2) Aku berkata, “Dari perkataan Umar, bahwasanya dapat diketahui ayat ini turun di dalam Ka’bah.”

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    1. Lihat Al-Qurthubi (2/1920-1921), Ibnu Katsir (1/681-682). Hadits ini memiliki banyak riwayat, dan Al-Qurthubi telah menambahkan bahwasanya Rasulullah mengambil kunci dari Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah Al-Hajabi Al-Abdari, dan juga dari anak pamannya yaitu Syaibah bin Utsman bin Abi Thalhah. Al-Qurthubi juga menambahkan bahwasanya ayat ini untuk para pemimpin Islam secara khusus, yaitu untuk Nabi, para pemimpin yang diangkat oleh beliau, dan juga kepada pemimpin setelah mereka. Lihat kisah Utsman dan Syaibah dalam kitab Mu’jam AbKabir milik Ath-Thabarani (11/120). 2. Lihat sebelumnya.