Berjihad Terus di Jalan Allah

  1. Hadis:

    أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ النَّاسِ وَشَرِّ النَّاسِ إِنَّ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ رَجُلًا عَمِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى ظَهْرِ فَرَسِهِ أَوْ عَلَى ظَهْرِ بَعِيْرِهِ أَوْ عَلَى ظَهْرِ قَدَمَيْهِ حَتَّى يَأْتِيَهِ الْمَوْتُ وَإِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ رَجُلًا فَاجِرًا جَرِيْئًا يَقْرَأُ كِتَابَ اللهِ لَا يَرْعَوِي إِلَى شَيْءٍ مِنْهُ

    Artinya:
    Apakah tiada aku kabarkan kepadamu sebaik-baik manusia dan se- jahat-jahat manusia ? Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah seseorang yang beramal di jalan Allah 'Azza wa Jalla di atas punggung kudanya atau punggung untanya atau berjalan kaki saja sampai maut menghampirinya dan sejahat-jahat manusia adalah seseorang yang berbuat kejahatan yang berani (padahal Dia ) membaca Kitabullah (Al-Qur'an) akan tetapi bacaan itu tidak dapat menahan dirinya sedikit- pun Dari kejahatan itu.

    Asbabul Wurud:
    Abu Said al-Khudri berkata tentang khutbah Rasulullah SAW pada tahun perang Tabuk. Beliau berkhutbah sambil bersandar di kendaraan nya: "Apakah tiada… dan seterusnya, bunyi Hadis di atas.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN